Cinta yang Bebal

1117 Kata

Romi memburu San yang ambruk. Suhu badan San meninggi. Demam yang cukup parah. Asistennya itu segera meminta pertolongan. Memanggil seorang dokter untuk segera datang dan menangani San. Tidak biasanya San sampai seperti itu. Bagaimanapun, pola hidup San selalu sehat, jadi ia jarang sakit. Mungkin, itu bukan karena fisiknya. Secara batin, San mungkin sedang merasa lelah dengan semua kenyataan yang terjadi. Itulah yang pikiran Romi simpulkan. *** "Sudah diberikan obat dan penanganan. Sudah lama, ya. San tidak seperti ini," ucap si dokter yang bernama Randi. Ia merupakan teman San dan Romi juga. Mereka sudah cukup akrab. "Ya, dia ini jarang sekali sakit, Ran. Terima kasih, ya. Sudah mau menyempatkan waktu untuk datang. Padahal, kamu mungkin sedang sangat sibuk." "Santai saja. Itu sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN