2025 (7)

1811 Kata

"Bu guru di sekolah Farrah itu nyebelin, Bunda." Suara Farrah terdengar sedikit kesal saat ia memasuki ruang keluarga, masih mengenakan gamis santai dengan jilbab yang agak sedikit berantakan. Baru saja ia pulang dari pasar Ramadan, tempat ia tadi membantu para sepupunya berjualan makanan ringan menjelang waktu berbuka. Tangannya masih membawa beberapa kantong plastik berisi gorengan dan minuman dingin yang ia beli sebelum pulang, tapi wajahnya tampak tidak begitu ceria seperti biasanya. Faradina, sang bunda, yang sedang duduk di sofa sambil memilah-milah buah kurma di piring kecil, langsung menoleh. "Ngapain lagi dia?" tanyanya dengan nada lembut, tapi penuh perhatian. Ia sudah terbiasa dengan keluhan putrinya tentang sekolah, terutama tentang beberapa guru yang selalu punya kebiasaan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN