"Keadaan.... " "Ceritakan, Amma!" Arka sangat tidak sabar, begitupun Dara yang duduk di sebelahnya. "Beberapa bulan lalu, sebelum Asifa ujian. Kakeknya sakit, dan ingin sekali bertemu Asifa. Aska diminta Abbamu untuk mengantar Asifa ke kampung kakeknya." Tari berhenti sejenak. Lalu melanjutkan. "Tiba di sana, Kakek Asifa sudah menyiapkan jodoh untuk suami Asifa. Kakek Asifa memohon, agar Asifa memenuhi permintaannya, yang ingin menikahkan Sifa segera, sebelum ajal menjemputnya." Tari kembali menarik napas. "Lalu, kenapa Asifa bisa menikah dengan Aska. Bukankah kata Amma sudah ada jodoh yang dipersiapkan kakeknya?" "Dengarkan cerita Amma sampai selesai, Arka. Jangan di sela!" "Maaf, Amma. Aku tidak sabar, karena sangat penasaran." "Jodoh yang dipersiapkan kakek Asifa, tidak datang p

