Pagi hari, setelah sholat subuh, Arka, dan Dara langsung pergi ke rumah orang tua Dara. Selain untuk bertemu putra, dan putri mereka, juga untuk membicarakan perihal Aska, dan Asifa. Tiba di rumah Adrian, mereka sarapan dulu. Setelah sarapan, baru Arka menyampaikan kabar dari Ammanya. "Abi, Ami, dan Adam. Bisa kita duduk sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan, ini mengenai lamaran Adam pada Asifa." Arka menunjuk sofa yang ada di ruang tengah, lalu menatap ketiga orang yang ia sebut namanya bergantian. Adrian, dan Devita saling tatap. "Apa lamaranku diterima, Bang?" Tanya Adam sangat antusias. Arka menatap Dara, Dara menghela napasnya. Lalu, Dara mengajak kedua anaknya ke luar dari ruang tengah, mereka menuju halaman samping, di mana ada ayunan, dan perosotan. "Katakan, apa yang ingin

