3. Tutor Period (1)

1217 Kata
Chapter 3 : Tutor Period (1) ****** INI adalah pertama kalinya Kikyo naik kereta kuda. Jujur, kalau naik kuda, sih, Kikyo sudah pernah beberapa kali. Namun, naik kereta kuda? Jelas belum pernah. Seluruh kereta kuda di Haewa biasanya hanya digunakan oleh kaum elit. Kaum bangsawan. Hari ini, Kikyo jadi mencicipi bagaimana rasanya naik kereta kuda. Ini semua diawali dengan kesepakatan yang ia buat dengan Tuan Dae. Kikyo menerima tawaran dari pria paruh baya itu sehingga hari ini, pagi-pagi sekali, ada sebuah kereta kuda kiriman dari Menteri Perpajakan yang menjemputnya untuk pergi ke Istana Hanju. Ia diperintahkan untuk menghadap Raja Zyran (raja Kerajaan Hanju) karena ia telah menyetujui tawaran itu. Bagaimana, ya, rupa Raja Zyran? Kikyo hanya pernah mendengar bahwa raja itu berambut panjang dan warna rambutnya adalah hitam kecoklatan. Matanya berwarna biru dan ia berperawakan tinggi besar. Fisiknya terlihat kuat, kata orang-orang. Namun, entah bagaimana rupa aslinya. Kikyo menoleh ke sisi kirinya dan melihat ke luar melalui jendela kereta kuda yang tidak tertutup. Meski sang kusir sudah menyarankannya agar menutup jendela tersebut, ia memilih untuk tetap membukanya supaya tidak gerah. Perjalanan dari Desa Hondae ke Istana Hanju melewati jalanan yang cukup berpasir. Di sisi kanan jalanan tersebut terdapat sawah-sawah milik rakyat, lalu jika kau menghadap ke depan sana, kau akan bisa melihat Pegunungan Huaibei dari kejauhan. Karena Kikyo membuka jendela kereta kuda itu, angin sepoi-sepoi dari sawah dan pegunungan tersebut berembus menerpa wajah Kikyo. Rasanya begitu menyejukkan; Kikyo tersenyum seraya menutup matanya tatkala menikmati angin itu. Kikyo tersenyum meskipun ia tak tahu nasibnya akan bagaimana setelah ini. Tak lama kemudian, kereta kuda yang Kikyo naiki itu pun sampai di depan tembok besar Istana Hanju. Kikyo awalnya masih duduk bersandar; ia baru menyadari bahwa mereka sudah sampai tatkala kusir kereta kuda itu mulai berteriak untuk memberitahukan kedatangan mereka dan atas perintah siapa mereka datang. Sang kusir itu juga menunjukkan sebuah kalung berisi identitasnya kepada para penjaga. Karena teriakan kusir itulah, Kikyo langsung mengintip dari jendela dan rupanya mereka sudah sampai di depan istana. Tembok istana itu ternyata sangatlah tinggi. Itu adalah tembok batu yang sangat kuat. Para penjaga gerbang istana akhirnya mengangguk—gerakannya begitu tegas—lalu mereka pun membukakan gerbang istana itu. Mereka mempersilakan kereta kuda itu masuk. Kereta kuda itu pun mulai bergerak kembali. Berjalan masuk ke istana. Begitu melihat area istana kerajaan itu, Kikyo sontak merasa takjub. Seperti yang dikatakan oleh orang-orang, Istana Hanju memang didominasi oleh warna biru muda. Istananya sangat luas dan terdiri dari banyak sekali susunan bangunan. Ada bangunan yang tersambung dan ada juga bangunan yang terpisah. Seluruh bangunan itu ada di dalam satu lingkup daerah yang sangat luas. Ketika kereta kuda yang Kikyo naiki itu lewat di bagian depan istana tersebut, Kikyo melihat sebuah sebuah kolam teratai yang sangat terawat. Ada juga sebuah taman yang ditanami pohon-pohon dan bunga-bunga eksotis. Sepertinya, taman itu sengaja dibuat di sana untuk dinikmati oleh penghuni kerajaan. Istana ini sangatlah mewah. Areanya sangat luas. Mungkin saja yang tinggal di istana ini mencapai ribuan orang, termasuk dayang-dayang, prajurit-prajurit, dan wanita-wanita istana. Ini benar-benar mencerminkan betapa kayanya Hanju. Sejauh yang Kikyo tahu, di antara tiga kerajaan, yaitu Hanju, Byeolju, dan Seiju, Kerajaan Hanjulah yang memiliki sumber daya alam terbesar. Hanju memiliki laut, persawahan (dan berbagai jenis tumbuhan), serta peternakan yang bagus. Mereka juga memiliki beberapa pasar serta satu pusat perniagaan. Daerah mereka subur dan ekonomi mereka juga tertata dengan baik. Dengan kerajaan mereka yang seperti ini, jelas saja Raja Zyran penasaran dengan Kerajaan Seiju yang tiba-tiba menjadi sangat kuat. Jelas saja semua anggota Istana Hanju jadi penasaran dengan siapa Raja Seiju itu sebenarnya dan apa kekuatannya di balik layar. Begitu kereta kuda itu sampai di depan sebuah bangunan istana, kereta kuda itu pun berhenti. Kikyo yang sedang mengintip dari jendela itu pun bisa melihat bahwa di depan sana—di depan kereta kuda yang sedang ia naiki—ada Tuan Dae dan satu orang lagi…yang tengah berdiri menyambutnya. Tidak lama kemudian, pintu kereta kuda yang Kikyo naiki itu pun terbuka. Kikyo melihat bahwa ternyata kusir kereta kuda itulah yang membukakan pintu untuk Kikyo; kusir itu tersenyum seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Kikyo turun. Kikyo menganga. Kok jadi berasa seperti putri dari seorang bangsawan, ya? Kikyo ini hanya perempuan desa biasa. Lagi pula, agak aneh kalau turun dengan dibantu seperti itu—bak putri—sementara dress ungu yang Kikyo pakai saat ini terbilang sangat sederhana untuk ukuran gadis-gadis bangsawan. Dia malah kelihatan seperti pelayan. Akan tetapi, sebenarnya ini adalah pakaian terbagus yang Kikyo punya. Tadi Kikyo juga tak bisa menata rambutnya sendiri. Untungnya, tetangganya—Bu Eriya—mau membantunya. Tahulah, Kikyo bukanlah perempuan feminin yang sering memakai dress dan berdandan. Dia adalah salah satu pegulat di desanya! Akan tetapi, syukurnya dia masih sadar diri. Setidaknya dia tahu bahwa dia harus berpenampilan rapi ketika masuk ke istana kerajaan. Kusir kereta kuda itu sangat baik karena mau menunggunya bersiap-siap. Meneguk ludahnya seraya mengernyitkan dahi, Kikyo pun akhirnya menyambut uluran tangan kusir itu. Kikyo lantas turun dari kereta kuda itu dan udara dari luar langsung menyambutnya. Helaian rambutnya jadi sedikit beterbangan akibat terkena angin sepoi-sepoi dari luar. Setelah pegangan tangannya terlepas dari kusir itu, Kikyo pun menatap ke depan, ke arah dua pria paruh baya yang sedang menunggunya di depan sana. Paham apa yang harus dia lakukan, Kikyo lantas merunduk hormat kepada mereka berdua. Kedua pria paruh baya itu mengangguk singkat, lalu Kikyo pun mendekati mereka berdua. Begitu Kikyo sudah berdiri di hadapan mereka, Tuan Dae langsung maju mendekati Kikyo dan berdiri di samping Kikyo. Tuan Dae sedikit menyentuh punggung Kikyo, lalu pria itu menghadap ke depan sehingga ia dan Kikyo kini berdiri berdampingan dan sama-sama menghadap ke depan. Tuan Dae langsung mengajak Kikyo untuk merunduk hormat pada pria yang satu lagi. Kikyo pun menurut. Setelah menegapkan tubuh mereka kembali, Tuan Dae pun langsung tersenyum dan mulai memperkenalkan Kikyo kepada pria paruh baya yang ada di depan mereka. “Tuan Yunho, ini adalah gadis yang kurekomendasikan untuk pergi ke Kerajaan Seiju.” Tuan Dae menatap Kikyo, lalu melanjutkan, “Ayo perkenalkan dirimu.” Kikyo meneguk ludahnya, lalu mengangguk. Kikyo lantas sedikit menundukkan kepalanya dan berkata, “Salam hormat untukmu, Tuan. Namaku Kikyo Hana. Senang bertemu denganmu, Tuan.” Tatkala Kikyo mengangkat kepalanya kembali, ia melihat Tuan Yunho yang mulai mengangguk dan tersenyum padanya. Tuan Yunho pun menjawab, “Hm. Terima kasih karena telah menyetujui tawaranku, Kikyo. Namaku Yunho Rui, aku menteri perpajakan di sini.” Mata Kikyo sedikit melebar. Ia memang terkejut, tetapi tidak begitu parah karena sebenarnya sejak tadi ia sudah ada feeling bahwa pria itu adalah menteri perpajakan. Penampilannya seperti bangsawan. Seragamnya juga terlihat seperti seragam menteri yang sering dibicarakan oleh orang-orang, tetapi tadi Kikyo kurang yakin karena dia belum pernah melihat seragam menteri di Kerajaan Hanju secara langsung. Dia hanya pernah mendengar dari orang-orang saja. Kikyo pun mengangguk mengerti. “Y—Ya, Tuan. Sebuah kehormatan bagiku, Tuan Yunho.” Tuan Yunho kembali mengangguk. “Baiklah, ayo kita masuk ke aula pertemuan. Raja dan para menteri yang lain sudah menunggu di sana.” Tuan Dae mengangguk dan merunduk hormat, sementara Kikyo, gadis itu kontan membelalakkan matanya dan menganga. Aula pertemuan? Bukannya itu ruangan rapat raja dan para menterinya?! Selain itu, raja dan para menteri sudah menunggu di sana?!! Astaga, mampuslah Kikyo. Dia yang seperti orang jembel ini mau masuk ke aula itu?! Sial, bagaimana ini?!! []
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN