Bahkan saat sudah sampai di kantornya, dia hanya mengucapkan terimakasih dan langsung keluar dari mobilku. Tak ada kata basa-basi. Sepertinya perjuanganku kali ini tidak semudah yang aku bayangkan. Mama memang sudah membukakan jalan untukku, tetapi jalan yang harus kutempuh untuk mendapatkan hati Aisyah sepertinya sangatlah panjang. Aku ingin mengetahui lebih dulu sebenarnya hati Aisyah sudah ada yang punya atau belum. Aku melajukan mobilku kembali ke rumah Aisyah. Bukan untuk menjemput mama, tetapi untuk mencari tahu tentang Aisyah. Termasuk kisah cintanya yang terdahulu. Lalu aku akan menyusun rencana untuk mendapatkan hati Aisyah. Aku akan memantaskan diriku untuk Aisyah. “Assalamualaikum, permisi tante” aku mengucapkan salam pada mama Aisyah yang sedang mengobrol pada mamaku di ruang

