“SAAHH..” pak penghulu dan juga semua keluarga yang hadir dan menyaksikan prosesi akad nikah tersebut juga dengan lantang mengatakan kata tersebut. Mulai detik ini aku sudah resmi menjadi istri Rendi Pratama. Ini barulah sebuah awal dari kehidupan yang akan kami jalani nanti dan seterusnya. Aku akan terus mencintai Rendi. Aku juga akan berusaha untuk terus menciptakan kebahagiaan dalam rumah tangga kami. Tanpa kuketahui, seorang lelaki yang berada jauh di Pakistan masih terus merenungi takdirnya. *** “Sayang, ayo dong bangun. Nanti aku tinggal nih!” terasa kecupan lembut di keningku. Rendi berusaha membangunkanku. Dia sudah kelaparan bukan main karena semalam hanya memakan beberapa potong brownies dengan kopi panas sebagai pelengkap. Benar-benar kombinasi yang sempurna untuk dinik

