Chapter 6 : The Runic

690 Kata
11.30 Lecture Jade Avizi Private Room "Apa yang tidak kau mengerti? " tanya Jade datar. Nick tidak menjawab dosennya. Nick berdiri mendekat kepada dosennya. Jade terus menerus melangkah mundur agar Nick tidak mengenai dirinya. Tanpa Jade sadari melangkah mundur akan membuatnya berada disudut ruangan yang akan membuatnya sulit lari nanti. "Why does your mood change that fast? Semalam kau menganggapku someone, Hari ini kau menganggapku seolah mushumu. What is actually going on?"tanya Nick dengan nada datar namun matanya sangat tajam tertuju pada Jade. "Semalam aku tidak enak badan, maka dari itu aku malas menghentikanmu. Aku membiarkanmu berada di apartemenku agar kau tidak kecapaian,"jelas Jade "Tapi kebenarannya sepertinya bukan itu," Nick meragukan penjelasan dosennya itu. "Itulah kebenaran yang ada, terserah kau mau percaya atau tidak," balas Jade dengan nada sedatar mungkin serta ia membuang muka agar tidak menatap Nick. Nick melangkah untuk berada di depan Jade. Nick lalu memberikan kecupan pada Jade. Kecupan yang bermetafora menjadi ciuman. Persilatan lidah yang menggabungkan sejuta rasa seperti antara rasa sakit, kemarahan, hasrat,cinta dan sebagainya menjadi satu. Jade bisa merasakan ciuman yang diberikan mahasiswanya kali ini tidaklah sedamai atau sebercanda biasanya. Jade bisa merasakan bahwa Nick tersinggung  atas ucapannya beberapa saat yang lalu. "LEPASKAN!" teriak Jade. "Enak saja kau menciumku tanpa izin dariku. Aku bukan temanmu, bukan kekasihmu, bukan ibumu ataupun kakakmu , aku dosenmu. Kau harus menghormatiku!" lanjut Jade dengan tegas. Nick tidak menghiraukan gurauan dosennya itu. Walaupun sudah berteriak, Nick tetap mengabaikannya. Nick melihat arti sebuah runic di mata dosennya itu. Nick ingin memahami runic itu. Akan tetapi seorang Jade Avizi yang cuek dan dingin akan sangat sulit dipahami. Bahkan kecuekan dan dinginnya hanya sebuah topeng belaka. Nick menyadari adanya runic itu semalam. Saat Jade sakit, Nick menyadari bahwa Jade manusia yang lemah. Ia tidak secuek itu. Kecuekan itu sebuah topeng yang akan menyembunyikan runic kehidupannya. "Hidupmu memiliki sebuah runic yang dunia ini tidak mengerti, bahkan aku. Tapi itu terpampang jelas, dan perlahan menyesatkanmu, hingga kau kehilangan arah dan tujuanmu yang sebenarnya, " ujar Nick memeluk erat Jade. "Apa yang bisa kau pahami dari diriku? Kau hanya mahasiswaku. Kau tidak memiliki arti apapun bagiku. Aku tidak memiliki runic apapun. Berhentilah sok tau. Silahkan tinggal ruangan saya, "pintah Jade memaksa Nick untuk meninggalkan ruangannya. "Aku mungkin belum bisa memahamimu seutuhnya ,dan belum bisa menjadi bagian dari hidupmu . Tetapi, aku butuh satu kesempatan untuk membuatmu percaya. Walau aku mahasiswamu, aku mungkin tidak punya hak untuk mengetahui runicmu. Tapi sebagai seorang teman, aku bisa mendengarkan kisahmu,"ujar Nick Jade hanya diam. Ia tidak ingin membalas mahasiswanya lagi. "Kau adalah orang pertama yang dapat melihat deritaku. Kau tahu diriku memiliki runic yang tidak orang lain ketahui. Kau bisa melihat apapun dari mataku bahkan disaat aku sendiri berusaha menutupnya rapat-rapat,"  Jade mengatakannya dengan airmata yang sudah deras membasahi matanya yang indah. "I'll be right where you are. Walaupun aku tidak bisa mencabut beban dalam hidupmu, aku setidaknya bisa menghapus sedikitnya. Ceritakan padaku sedikit , mungkin itu akan meringankan bebanmu sedikit," ujar Nick yang menepuk pelan pundak dosennya itu. Jujur saja, melihat dosennya itu rapuh, membuatnya sama rapuhnya dengan dosennya. Ia tidak bisa melihat dosennya menangis karena hal lain. "Bisa aku jujur padamu? " tanya Jade menyandarkan kepalanya didada bidang milik mahasiswanya itu. "Tentu , " balas Nick dengan singkat karena ia sedang berusaha menenangkan dosennya itu. "Aku tidak ingin kau mendekat padaku, karena itu berbahaya bagimu. Selama 24 tahun dalam hidupku, dad melarangku berhubungan dengan siapapun. Menjalin kasih seperti orang pada umumnya. Karena Dad pernah membuat sebuah kesepakatan dengan Adam Hills. Dad ingin menjodohkanku dengan putra Adam Hills, Kingston Hills. Ia kemudian  memberiku pilihan antara menikahi Kingston atau tidak akan memiliki pasangan selamanya. Dad akan membunuh siapapun mendekatiku. Ia akan menghancurkan hidup orang itu sebelum membunuhnya. Beberapa tahun yang lalu, dad mengambil organ tubuh profesor yang mendekatiku dan menjualnya di pasar gelap. Sejak itu aku sadar,dad tidak bermain-main dengan kata-katanya, "ujar Jade panjang lebar tentang runic yang ia sembunyikan. "Tidak apa-apa, kematian yang menyakitkan akan setimpal jika semasa hidupku, aku bahagia bersamamu," ujar Nick berusaha memecahkan suasana yang tadinya berubah suram. "Pulanglah,"ujar Jade “Tapi... “ belum selesai Nick membalas Jade. “Aku baik-baik saja,” balas Jade.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN