Chapter 7 : The Drunk Night

897 Kata
22.00 Hollywood Club Crawl , California. Semuany terjadi begitu saja, ada kebaikan dibalik semua keburukan. Hari ini, Jade merasa dirinya sangat hancur dan sangat membutuhkan hiburan. Jade akhirnya memutuskan untuk pergi ke Hollywood Club Crawl untuk sedikit menghibur dirinya. Sesampainya, Jade memesan segelas mashbox untuk ia nikmati sendiri. Ia minum untuk meluapkan semua rasa sakitnya dan mencegah dirinya untuk menangis. Ia melakukan segala cara agar tidak terlihat lemah dimata siapapun. Suara riuh membuatnya tuli. Jade mengabaikan sekitarnya dan terus menikmati degup kencang dari lagu disco yang dimainkan. "Hey! My name is Alex and you?" sapa seorang lelaki dengan menodorkan tangannya. "Jade," balas Jade dengan singkat. Ia memang membalas tapi tidak menyalam balik pria itu. Lelaki itu memegang tangan Jade dan perlahan bergerak naik, tangan pria itu bergerak merajarela. "Don't touch me, f*****g asshole!" teriak Jade pada lelaki yang hendak menyentuhnya. Pria itu pergi meninggalkan Jade setelah diteriaki keras oleh Jade. Pesanan yang tadi dipesan sudah Jade habiskan.  Jade kemudian memesan beberap gelas lagi. Sehabis meminum beberapa gelas mashbox, Jade memutuskan untuk ikut menari di klub tersebut. Ia merubah beban dan rasa sakit menjadi hiburan menarik saat ia menari dan menunjukan pada dunia bahwa dia sebenarnya masih tegar menghadapi semua ini. Nick selalu datang ke Hollywood Crawl Club setidaknya dua kali dalam seminggu. Ia sering datang karena club itu miliknya. Malam ini, ia memang ingin ke club untuk menikmati beberapa gelas alcohol dan liquor. Ia mengenakan jas dan memakai arloji ditangannya dan masuk ke area club. Semua pelayan menundukan kepala karena tuan mereka tiba. Saat Nick memasuki clubnya, biasanya ia langsung masuk ke ruangan pribadinya, namun kali ini berbeda. Saat ia hendak masuk, ia melihat seseorang yang sekilas sangat mirip dengan Jade. Ia mendekat pada gadis itu. Ternyata dugaannya  benar, itu adalah Jade yang telah kehilangan setengah kesadarannya. Nick menangkat tubuh Jade ke ruangan pribadinya. Membiarkan Jade tidur diruangannya. Sementara ia berada disampingnya untuk menemani. "Mau kuantarkan pulang?" tanya Nick pada Jade yang kesadarannya sudah sangat lemah. Jade tidak membalas Nick, Jade mendekatkan dirinya pada Nick. Jade menyapu bersih bibir Nick dalam kurun waktu kurang dari satu menit. Gosh! This kiss is crazy. Nick tercengang melihat perlakuan dosennya yang setengah sadar itu. Tidak biasanya ia menunjukan dirinya serapuh ini padaku. Bahkan sekarang, apa ini ? Dia menciumku tanpa aku yang memulai? Astaga ini gila! batin Nick. Nick membalas lumatan demi lumatan yang Jade berikan, walaupun itu hanya sekedar aktivitas biir pada umumnya. Sebagai pria normal, itu membangkitkan hasrat dalam dirinya. Tapi tetap saja, ia berusaha menahannya. Ia tidak mau merusak dosennya itu apalagi disaat dosennya dalam keadaan yang tidak sadar. "Bawakan aku air hangat!" pintah Nick kepada pelayan yang sedari tunggu di luar ruangan pribadinya. "Yes,sir" Pelayannya hanya menurut dan segera menyediakan segelas air hangat sesuai perintah tuannya. "Minum ini, ini akan sedikit membuat tubuhmu menjadi lebih baik," ujar Nick dengan lembut memberikan sedikit demi sedikit air kepada Jade sambil menepuk pundaknya agar Jade tidak merasa mual. "Touch me, baby!" ujar Jade dengan setengah kesadarannya. Ia mulai mengalungkan kedua tangannya dileher Nick, mendekatkan tubuhnya , dan mulai melumat bibir mahasiswanya itu. Jade memberikan sentuhan demi sentuhan kepada Nick, dan itu membuat Nick berusaha menahan hasratnya yang sudah menggebu sejak tadi untuk tidak menyentuh Jade yang kini amat menggoda. Ia ingin sekali menyentuh dosennya itu, Namun ia berprinsip, bahwa menyentuh perempuan tidak sadar itu adalah perbuatan yang sangat rendah. Nick berusaha melepaskan tangan Jade yang sudah mengalungi lehernya. Berusaha memberikan ketenangan bagi Jade. Saat Nick berusaha melepaskan tangan itu, Jade menarik tangannya. "Apa aku kurang menarik sehingga kau tak ingin menyentuhku, Mr.Jordan?" tanya Jade dengan nada suara yang memabukkan. "Kau sangat menarik, hanya saja aku tidak ingin menyentuhmu," balas Nick melempar senyuman tipis dan menenangkan Jade. Nick melepaskan tangan Jade dan memilih untuk memeluknya erat. Memberikan sebuah kehangatan pada Jade yang sudah kian mabuk. Nick membelai kepala Jade dengan lembut dan berusaha memberikan kedamaian pada Jade. "Kau sangat memabukkan, kau hasratku, tapi aku harus menahannya , aku tidak ingin membuatmu menyesal dikemudian hari ,"ujar Nick pelan dengan nada suara yang nyaris tidak dapat didengar. Jade kini telah tidur dengan damai,dengan wajah yang berseri . Itulah yang membuat Nick merasa sedikit lebih tenang. Terlihat kedamaian diwajahnya, setelah melihat kerapuhan yang telah ia tunjukan di hari sebelumnya. Nick membaringkan kepala Jade dipahanya agar Jade merasa nyaman saat tertidur.   07.00 President’s Private Room "Dimana aku?" tanya Jade memegang kepalanya yang terasa berat. Matanya masih melihat samar-samar disekitarnya. Semuanya masih buram baginya. "Di ruangan pribadiku, semalam kau mabuk dan aku membawamu kesini," balas Nick sambil melemparkan senyuman yang tipis. "Jangan pergi ke kampus hari ini, semalam miss mabuk berat dan sepertinya belum sepenuhnya pulih," ujar Nick memecahkan keheningan yang mengalir. "Aku akan mengajar, kau juga harus pergi ke kampus. Aku akan pulang dan mengganti pakaianku,"ujar Jade. "Tidak perlu,aku akan menyiapkan pakaianmu , dan aku sudah siap sejak tadi pagi. Lihatlah miss, aku sudah rapi," balas Nick sambil sedikit tertawa .  Jade hanya tersenyum melihat kelakuan mahasiswanya yang masih kekanak-kanakan. "Nick, apakah kau sering datang kemari?" tanya Jade penasaran. "Ini adalah klub milikku , sudah aku dirikan beberapa tahun yang lalu, meskipun masih menjadi seorang mahasiswa," balas Nick. "Wow! Ternyata mahasiswaku lebih sukses dari diriku," Jade memuji Nik dengan menambah sedikit ekspresi untuk mendramitisir keadaan. "Tidak juga. Kesuksesanku berasal dari dirimu, "balas Nick dengan senyuman . "Baiklah aku akan mengganti pakaianku, dan kita akan segera pergi ke kampus."ujar Jade. "Baiklah," balas Nick
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN