Blood flows, Lust rule over,
making everything
even felt Hotter.
-The Lecturer-
Darah mengalir dengan desir yang cepat dan kali ini mereka hampir melakukan dosa. Dosa yang tidak akan bisa dimaafkan.
Flashback
Nick membawa Jade ke hotel dengan maksud menengkannya namun tiba-tiba Jade menyerangnya. Membuat desir darahnya mengalir kencang dan membuat dirinya tak bisa menahan hasrat.
Kali ini berbeda dari kali sebelumnya, Jade kali ini menggoda dengan kesadaran penuh.
Jade mengalungkan tangannya merapatkan tubuhnya dengan d**a kekar Nick.
Jade menciumnya dengan paksa , mengigit bibir bawah Nick agar Nick memberikan akses baginya.
Nick tak bisa menahan hasratnya lagi, lagi dan lagi... ia membuka pakaian yang dikenakan oleh dosennya itu. Tak peduli lagi apa yang akan terjadi. Yang penting, sekarang ia merasa puas.
Ia membuka tanpa menyisahkan apapun. Memainkan kedua buah d**a indah milik Jade tak lupa juga meraba b****g Jade yang terbentuk sempurna.
"Mphhh..."desah Jade membuat Nick semakin ingin menyerangnya
"f**k me harder Nick, just tonight" Jade berteriak mendesah...
Nick membuka celananya dan hanya menyisahkan celana dalamnya. Ia membuka pakaian yang ia kenakan tadi. Ia hanya memakai boxer sekarang. Terlihat jelas. Sesuatu mengeras dibalik boxernya.
Nick membuka celananya dan pelan-pelan memasuki Jade dan hanya sebatas liangnya saja.
"Nice mphh..mphhh..."desah Jade mengerang
Nick menghentikan permainannya dan menyadari, kali ini ada rasa sakit yang diiringi seks mereka. Bukan cinta,namun rasa sakit. Nick merasa Jade masih menyimpan sejuta derita.
"Kau bukan hal yang harus kusakiti, dan ingatlah ,kau bukan pelampiasanku. Aku tidak akan merusak dirimu" bisik Nick.
Nick menghentikan permainannya dan tidur dengan disofa.
Flashback off
Jade terbangun dan menyadari bahwa dirinya hanya ditutupi selimut. Ia tidak memakai sehelai benangpun. Ia melihat ranjangnya dan tiada siapapun. Ia berdiri dan melihat Nick masih tertidur pulas disofa hotel. Ia tidak mengerti mengapa.
Yang iya ingat hanya Nick berbisik bahwa dia bukan pelampiasannya.
"You bring sensation on my body, my dearest lecturer" bisik Nick yang bangkit dari sofa.
Mata Jade melebar , dan berusaha mengingat apa yang ia lakukan. Ia terus berusaha mengingat apa yang ada selain tentang Nick yang membisik.
"Don't try to hard, Mrs.Avizi!"pintah Nick mendekat pada dosennya dan memeluknya.
Jade membalas pelukan itu, pelukan hangat nan erat itu. Membuat Jade menumpahkan airmatanya.
"Sebenarnya ada apa diantara kau dan ayah?"tanya Jade dengan nada tersedu-sedu dan diiringi air mata yang sudah membanjiri wajahnya itu.
"Tanyakan apa yang telah ayahmu ambil dariku selama delapan tahun dan menyembunyikannya. "Balas Nick dengan dingin dan melepas pelukannya.
"Tanyakan padanya, apa dosa yang ia perbuat dan katakan juga padanya, Aku akan membuatnya membayar dosanya."lanjut Nick tetap dengan nada dinginnya namub kali ini ada sedikit rasa akan kemarahan.
Jade mundur beberapa langkah dan berlari keluar hotel.