Chapter 10 : Forced

413 Kata
"Terimalah perjodohan yang pernah kutawarkan padamu!"pintah Gilbert pada Jade dengan nada yang tinggi. "Aku tidak akan pernah mau menerimanya, walaupun kau memaksakan kehendakku. Karena aku telah jatuh hati pada seseorang dan kau tidak punya hak untuk mengatur hidupku. Kau adalah ayahku,bukankah seharusnya seorang ayah berusaha memahami putrinya daripada memaksakan kehendak putrinya?"tanya Jade dengan tatapan sinis menatap ayahnya yang sedang duduk itu. "Kau pikir kau siapa? Berani mengaturku? Kau putriku secara resmi dalam kertas keluarga. Dan kau tidak tahu itu?"balas Gilbert tak kalah dengan kalimat yang dilontarkan putrinya. Jade mendidih namun ia memilih diam dan tidak membalas ucapan Gilbert yang begitu tajam. Ia langsung berlari menuju kamarnya dan memguncinya. Jade mendengar lagu yang memiliki nada keras  dan berinisiatif menghubungi Nick. Lagu be free bermain sebagai latar belakang lagu.... Jade is calling... Nick langsung mengangkatnya tanpa basa basi, meskipun ia sedang dalam rapat penting. "Kenapa?"tanya Nick dengan nada datar. "Aku hanya merindukanmu"balas Jade jujur dengan nada tersedu-sedu Ia menyadari bahwa dosennya sedang dalam keadaan sedih.  "Aku tahu sesuatu telah terjadi, aku akan segera sampai ."ujar Nick berusaha menenangkan Jade.  Nick berdiri dan menunda rapatnya. "Rapat kali ini saya tunda, kita lanjutkan minggu depan" ujar Nick  Selepas melontarkan kalinat terakhirnya. Ia langsung pergi meninggalkan ruangan rapat dan ke ruangannya. Ia mengambil jas dan beberapa barang dan kemudian langsung menuju parkiran. Ia menaiki rollsroyce miliknya dan melaju dengan kecepatan yang amat cepat agar tidak membuat dosen kesayangannya menunggu terlalu lama. Ia sampai tepat ditempat tepat 20menit seusai janjinya tadi. "Turunlah,aku sudah berada dibawah, kita pergi" ujar Nick "Baiklah"balas Jade Jade yang tadi sudah bersiap-siap,memakai pakaian yang cantik,menggerai rambutnya, memoles sedikit makeup pada wajahnya itu membuatnya semakin mempesona. Ia menggapai ponsel, mengganti casing dan membawa tas. Ia membuat dirinya seolah-olah akan pergi berkencan , kemudian ia diam-diam turun kebawah dan meninggalkan mansion ayahnya. Sesampai dibawah,ia melihat Nick dan mobilnya sudah berada disana. Nick membuka pintu kanan mobilnya dan segera mempersilahkan Jade masuk.  "Kita mau kemana?"tanya Jade berusaha menekan agar kesedihannya tidak terukir dan tentunya makeupnya tidak luntur. "Ke sebuah tempat dimana hanya ada kita berdua. Hanya ada kita dan langit yang menyaksikannya."balas Nick dengan senyum tipis Sebelum mengendarai mobilnya itu,Nick mendekat pada Jade dan memeluknya erat. "I'll always be there for you, right where you are" bisik Nick  Jade hanya tersenyum beberapa saat dan kemudian memeluknya erat. "I trust you"balas Jade. Nick melaju dengan kecepatan yang cepat dan mereka sampai di salah satu taman pribadi milik Nick. Dan mereka melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit Jade seperti ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN