Chapter 9: Daddy's Anger

430 Kata
"tinggalkan kami sebentar!” pintah Gilbert Bram. "Baiklah," balas Jade menunduk Jade menutup pintu dan berdiri di luar ruangan. Jade berusaha mendengar , Namun tidak berhasil karena ruangan Gilbert memang kedap suara. "Aku sudah mencarimu dalam kurun waktu yang lama, dan ternyata kau berada disini, Gilbert. Lama tidak berjumpa! dan tentunya aku kembali dengan kejutan untukmu," sapa Nick dengan wajah bahagia yang akhirnya menemukan pria yang sudah lama hilang itu. "Jadi kau pemilik klub malam yang putriku kunjungi?" tanya Gilbert. Nick terlihat tidak mengerti. "Jade Avizi putrimu?"tanya Nick dengan nada sedikit heran. "Ya, kenapa?"tanya Gilbert dengan senyuman tipis. "Kau pasti ingin bertanya, kenapa dari sekian banyak orang, akulah ayahnya Jade," ujar Gilbert dengan suara yang disertai tawa kemenangan. Nick menunjukan  kekesalan yang mengalir dijiwanya. Nick tidak engerti kenapa dari sekian banyakj orang harus Gilbert ayahnya Jade, wanita yang sangat ia cintai saat ini. "s**t!" Nick mengumpat akibat kekesalannya yang bertambah. Nick menggapai ponselnya, dan memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Alex – tangan kanan Nick.              " Aku sudah menemukan Gilbert, Kirimkan orang , kita akan Membereskannya." - Ketik Nick "Lima menit lagi, Orang-orangku akan berada disana" -balas Alex   "Tadi putrimu bilang kau mau menemuiku, ada apa?" tanya Nick sedatar mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan, Nick akan mengulur waktu sampai Alex tiba. "Semua akan sia-sia saja jika berbicara denganmu. Kau hanya seorang mahasiswa disini, sebaiknya jaga sikapmu. Aku bisa mengeluarkanmu dari sini," balas Gilbert dengan tegas. "Aku tidak takut padamu, kau bukan lawan yang sepadanku. Aku bisa menghancurkan semua propertimu. Bukan hanya gedung perkampusan ini, tapi juga real estate dan semuanya. Kau lupa siapa diriku , Gilbert!"  Nick menegaskan setiap kata yang ia ucapkan pada Gilbert. "Kau menghancurkanku, dan kau tidak akan mendapatkan licensemu dan tentunya, sesuatu yang selama ini kau cari," Gilbert memberikan ancam kepada Nick sambil menekan kalimat terakhirnya. Beberapa saat kemudian, Alex tiba diikuti sepuluh orang pengawal. “Bagaimana kau bisa disini tanpa kartu dad?" tanya Jade berusaha menghentikan pria yang menyentuhnya untuk masuk kedalam. "Bukan urusanmu,menyingkirlah," balas Alex singkat. Alex dan anak buahnya langsung menobrak masuk pintu dan mengepung Gilbert Bram dari segalah arah. Gilbert berusaha memencet tombol pertolongan. Namun usahanya sia-sia saja. Jade berusaha menghentikan aksi Alex dan anak buahnya. Jade memohon untuk melepaskan Gilbert. Nick yang tadi duduk menikmati kopi berdiri karena gadis itu memohon padanya. Melihat gadis itu memohon, Nick memberikan isyarat agar Alex melepaskan Gilbert. Alex mengerti dan mematuhi perintah Nick. “Kita akan berjumpa lagi lain kali untuk menyelesaikan ini semua, Gilbert Bram,” ujar Nick. Nick kemudian memutuskan untuk meninggalkan ruangan bersama Alex dan anak buahnya menyisahkan Jade dan ayahnya saja disana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN