"Latisha, kalau kau terluka karena Taraue, panggil saja aku dan Tara. Aku akan bawa tongkat baseball dan Tara bawa truk. Kami siap menguburkan b*****h itu secepatnya sebelum geng elite Mama Tasha tahu." Latisha mengulum senyum. "Kalian ingin tahu satu hal?" "Aku tidak mau mendengar kau terinfeksi virus yang belum ada obatnya. Virus b***k cinta. Itu lebih berbahaya," tukas Kairo dan Latisha tertawa. "Aku tidak pernah merasa berkencan dengan Taraue," Latisha melirik Tara yang terkejut, namun sebisa mungkin menormalkan ekspresinya. "Aku bersumpah. Aku saat itu hanya bingung." "Jangan katakan kalau dia memaksa? Apa dia pria arogan? Apa dia sebrengsek itu pada perempuan muda sepertimu? Demi Tuhan! Aku ingin mengamuk sekarang." Latisha menghela napas panjang. "Ini semua salahku. Mungkin ka

