Dengan cepat Jupri menarik tangan ibu untuk menjauh dari mobilnya. Terlihat saling tarik menarik tangan, ibu bersikeras tidak mau menjauh dari mobil Jupri dengan tangn kanan tetap menggedor pintu mobil. Mengapa ibu begitu membenciku? Bahkan tidak menginginkanku ada di dunia ini. Sampai saat ini, aku menghargai beliau sebagai orang yang sudah membesarkanku. Sempat terbersit di pikiran, jika aku bukanlah anak kandung dari ibu. Tetapi semua aku tepis, dengan memori yang dulu pernah dekat dan bahagia hidup bersama ibu. Salahku dimana, jika takdir membuat hidupku jadi menderita dan penuh drama seperti ini. “Kamu jangan ikut campur urusan kami!” kata ibu menatap ke arah Jupri. “Seandainya saja ibu bukan ibunya Khusna, pasti sudah aku seret dari sini. Aku masih menaruh rasa hormat kepada ibu,

