Dengan sekuat tenaga aku berontak, tetapi itu hanya dalam angan saja. Sedangkan yang terjadi, aku tidak mampu menggerakkan tubuh sama sekali. Lidah terasa dilem tidak dapat membuka suara. Yang membuatku merasakan aneh , aku menikmati apa yang dilakukan mas Yudi di atas kulitku. Jiwa menolak, raga menerima. Mata terpejam pasrah dengan keadaan yang membuatku tak berkutik. Merasakan ada suara teriakan memanggil namaku. Semakin keras dan terdengar semakin dekat di telinga. Tubuhku serasa ada yang mengguncang. Mata berat untuk sekedar membuka. “Khusna … Khusna! Bangun! Kamu kenapa? Ngigau?” panggil mbak Minah. Suara mbak Minah tepat di depan wajahku. Dia menangkupkan tangan ke wajahku sambil mengguncangkan bahu dengan keras. Kepala terasa pusing untuk digerakkan, tubuh terasa pegal semua

