Penggemar Tersembunyi

1061 Kata

Sikap tidak sopan yang ditujukkan bu Sumi semakin menjadi. Beliau dengan jelas menunjukkan perlawanan kepadaku. Bahan makanan semua dibuang ke lantai yang baru kusapu. Tatapan lurus ke arahku dengan membawa sebilah pisau di tangan. Menyadari situasi tidak kondusif aku diam, berusaha menetralkan emosi yang ada di hati. Tanganku hanya bisa mengusap perut yang buncit, untuk membuat nyaman. “Kamu w*************a, wajah aja yang yang kelihatan kalem tapi hatimu busuk!” “Bu Sumi, ngomong apa? Aku nggak ngerti, menggoda siapa?” “Eleh, kamu jangan coba ngelak! Sekarang kalau bukan karena rayuanmu, mana mungkin mas Jupri sampai belain kamu? Dia masih muda, banyak gadis yang mau dengannya, bukan wanita hamil yang tidak jelas kayak kamu ini!” napas bu Sumi terlihat memburu, tangannya menurunkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN