Gelenyar aneh kembali hadir saat berdekatan dengan mas Yudi. “Tenang, tenang Khusna. Aku pasti bisa melawan rasa ini. Sudah lama tubuhku tidak tersentuh seorang pria. Jangan sampai napsu lebih mendominasi dari logika. Yang ada di hadapanku saat ini adalah kakak ipar, bukan suamiku,” gumamku sendiri. Semakin mas Yudi mendekat, hawa panas di dalam tubuhku semakin kuat. Yang membuatku heran, kaki dan mulutku tidak mampu bergerak untuk sekedar melangkah atau berteriak. Mata hanya terpejam, mengharap sesuatu yang datang menyentuh kulitku. Aku sudah gila, ini tidak mungkin. Jangan sampai terjadi, tidak boleh! Tetapi hawa panas ini tidak mampu aku tepis. Hanya diam tak bergerak dari tempat berdiri. Apakah benar yang dikatakan oleh Jupri, jika aku terkena pelet? Rasanya sulit dipercaya, jaman

