Kelahiran Arga

2188 Kata

Kedatangan Wati membuatku kaget. Jupri yang asyik menyentuh perutku seketika berdiri dengan wajah lucu. Kedua tangan menutup mulutnya hingga membuat Wati tertawa. “Kalian kenapa canggung, nggak perlu malu. Justru aku yang malu, harusnya tidak menggangu kalian. Udah lanjutin aja, aku mau keluar!” kata Wati membalikkan badan. “Heiii … kami nggak ngapa-ngapain, jangan salah paham! Kembali, Wati!” ucapku tidak bisa keras, karena takut tekanan pada perutku. “Iya, Wati. Tadi spontan aja, khawatir dengan kondisi Khusna,” sahut Jupri dengan melirik ke arahku. Wati tertawa, “Kalian ini lucu, kalau ngapa-ngapain emang kenapa? Kagak ada masalah bukan? Kalian harusnya jadi pasangan, jangan kucing-kucingan kayak gini.” “Eh, kagak ada itu, jangan bikin aku malu, Wati. Nih, wajahku udah kayak k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN