Pov Yudi Selama berbulan-bulan tidak bertemu dengan Khusna, kosong sekali hidupku. Apalagi isteriku yang cerewet dan cemburu berlebihan dengan adiknya. Dengan wanita lain yang aku tiduri saja dia tidak ada masalah, mengapa dengan Khusna Surti begitu membencinya. Harusnya sadar diri, dia tidak bisa mengandung, sedangkan adiknya lebih baik dan bisa memberiku keturunan. Surti hanya tahu urusan ranjang saja selama hidup denganku. Mana pernah dia menyiapkan segala kebutuhanku selama ini. Makan saja beli padahal banyak waktu luang untuk masak. Nyuci dan setrika juga diberikan laundry. Kupikir dia emang bukan seorang calon ibu, makanya tidak diberikan keturunan. Jika bukan karena uangnya, sudah kuceraikan dia dari dulu. Apa untungnya punya isteri yang tidak tahu melayani suami dengan baik, hany

