Pov Surti Gemuruh rasa panas di jantungku melihat kedekatan adik kandung dengan suami yang selama ini aku biayai sekolahnya. Kurang ajar sekali Khusna, main belakang dengan mas Yudi saat aku tidak ada di rumah. Selama ini aku mempercayainya, tidak tahunya bocah kecil itu menusukku dari belakang. Jika bukan adikku pasti sudah aku buang ke laut bocah itu. Puncak amarahku ketika mereka kepergok dalam satu kamar dengan kondisi berantakan. Darah rasanya sudah mendidih, ingin langsung mengeksekusi Khusna, waktu itu. Beruntung mas Yudi menghalangi, sehingga Khusna luput dari amarahku. Semenjak kehadiran Khusna, rumahku terasa tidak nyaman lagi. Sikap mas Yudi sering kali aneh dan banyak alasan. Sering aku pergoki dia sedang melihat ke arah adikku ketika sedang melakukan aktifitasnya. Rupanya

