Sesampai di rumah, kedatangan Hana pun di sambut hangat oleh sang Mama. “Assalamualaikum, Ma,” sapa Hana lebih dulu sambil mencium punggung tangan Mama mertuanya. “Waalaikumsalam, Sayang,” jawabnya. “Sudah makan?” tanyanya dan Hana pun menggelengkan kepala. “Ya sudah, makan dulu sana. Tadi Mama sudah masak buat kamu,” “Makasih ya, Ma,” “Sama-sama, Sayang. Oh ya kue yang tadi di buat juga ada di meja, Mama sama Bibi sudah makan banyak, tadi,” ujarnya memberitahu. “Iya, Ma.” Hana pun langsung pergi ke ruang makan, saat ia membuka tudung saji, ia melihat banyak makanan. Tiba-tiba ia keingat dengan Arga. “Kak Arga sudah makan siang, belum ya?” tanyanya pada diri sendiri. “Bagaimana mungkin aku bisa makan, jika Kak Arga di sana gak makan, dan mungkin dia kesakitan seorang diri, dan d

