S2 : 26. Hadirmu

1282 Kata

“Kenapa? Ada masalah?” tanya Arafan saat Hanania sampai di parkiran. Perempuan itu menggeleng. Ia tidak bisa langsung membahasnya. “Kelilipan, Mas,” kilahnya. “Kelilipan biji ketapang?” Hanania tak menjawab. Memilih mengayunkan langkah ke dekat pintu mobil. Ia sudah ingin kembali ke rumah. Terlebih hatinya kian resah. Sore ini ia benar-benar kalah. Di mobil, Hira nyenyak dalam tidurnya. Bocah kecil itu duduk di carseat yang memang disediakan oleh Hanania dan Arafan. Sebagai bentuk safety yang wajib mereka utamakan. “Langsung pulang? Gak mampir ke mana dulu?” tanya Arafan saat mobilnya mulai melaju di jalanan. Hanania memegang pelipis. Rasanya tidak keruan ditambah Arafan masih bersikap baik. Bahkan menjadi sangat baik. Sementara ia sendiri kerap membangkang dalam banyak hal. “Iya, p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN