“Ini gak salah?” tanya Hanania masih terperangah. Arafan menggeleng. Mana ada kesalahan. Ia sudah memikirkan jauh-jauh waktu untuk bisa membawa keluarganya ke tempat ini. “Mas habis banyak uang pasti?” “Dibilangin ini dari Dimas. Tabungan aman, Nin.” “Tapi ini mewah, Mas. Apa namanya tadi?” selidik Hanania. Masih belum puas dengan jawaban Arafan. “Lain kali di hapalin,” seloroh Arafan. Hati-hati meletakkan Hira di atas kasur. Bocah kecil itu kembali nyenyak dalam tidur. “Aku serius, Mas.” “Aku juga serius. Koper taruh aja,” ujar Arafan sambil menegakkan badan. Sungguh Hira semakin manis saat terlelap. Memeluk boneka Ochobot kesayangan yang tidak boleh sampai ketinggalan. Arafan merotasi mata. Menyapu pandang pada seisi ruangan penginapan ini. Ia tersenyum puas. Pemilihan The Jimb

