S2 : 28. Siapa?

1138 Kata

Resto yang menyuguhkan makanan laut itu menjadi tujuan Arafan berikutnya. Masih dengan menenteng bola milik bocah laki-laki berusia tanggung yang tadi membuat Hira menangis. Bola itu mengingatkannya pada hobi lama. “Sini aja ya, Mas,” ujar Hanania saat sudah lelah menggendong Hira. “Iya. Biar aku yang pesen. Nitip bolanya.” Hanania mengangguk. Tidak terlalu memusingkan pesan Arafan itu. Ia lebih memilih melihat laut biru yang sebentar lagi terkena bias cahaya jingga. Impian sederhananya menikmati sunset bersama orang terkasih perlahan terwujud. Arafan melangkah. Mencari pelayan yang kebetulan tak nampak di resto itu. Hatinya tergerak untuk masuk ke resto bagian dalam. “Permisi, apa sudah buka?” tanyanya. Dari semua resto di pinggir pantai itu, yang paling menarik perhatiannya adalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN