Meja makan berbentuk persegi panjang itu kini penuh dengan makan. Mulai dari sate ayam, bakso dan ayam bakar. Belum lagi ada kopi, teh dan s**u yang dipesan juga oleh Sagra. Dia tidak tahu makanan favorit Jenni. Dia terlalu canggung untuk menanyakan hal semacam itu. Karena itu, dia memilih makanan yang rata-rata disukai masyarakat Indonesia. "Kalau ini kebanyakan," ujar Jenni lalu memaksakan senyuman. "Kalau ini buat makan lima orang." "Kamu yang bikin saya pesan banyak." Sagra mengambil bakso dan melahapnya. "Sisanya kamu yang makan." Jenni belum apa-apa sudah kenyang melihat makanan yang berjajar rapi itu. "Saya makan satenya aja, ya!" Sagra menggerakkan tangan tidak setuju. "Habisin." "Sagra...." Jenni merengek. "Saya makannya nggak sebanyak itu." "Saya sudah beliin khusus buat ka

