24-Kecewa

953 Kata

12.10. Sagra menatap arloji digital hitamnya, sudah saatnya jam makan siang. Dia duduk bersandar lalu memijit pelipis dengan ibu jari. Setelah itu dia memejamkan mata, mengistirahatkan pikirannya yang sejak tadi bekerja ekstra. Kruk.... Mata Sagra terbuka mendengar suara perutnya. Dia dengan enggan berdiri, sebenarnya malas mencari makan di luar. Namun, perutnya tidak akan berhenti berbunyi begitu saja. Jenni. Tiba-tiba Sagra terpikir wanita yang sedang dekat dengannya. Tanpa sadar Sagra mempercepat langkah. Tadi, mereka hanya mengirim pesan singkat, tapi tidak bertemu di lobi. Yah, itu bukan pertama kalinya karena sebenarnya Sagra jarang bertemu Jenni. Dia datang tiga puluh menit sebelum jam kerja. Sedangnya Jenni sepertinya beberapa menit sebelum masuk. Sampai di ruangan manager,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN