25-Jujur Sajalah

1179 Kata

Tak... Tak... Tak.... Suara heels menekan lantai beberapa kali. Sepasang kaki itu bergerak maju mundur setelah itu saling bersilang. Tidak berselang lama, dia mengetukkan heels-nya lagi dan bahkan lebih kencang. Sudah lima belas menit Jenni menunggu di apartemen Sagra. Lelaki itu masih ada meeting dan dia memilih menunggu. Jangan harap Sagra memberitahukan angka kombinasi apartemennya. Lelaki itu hanya meminta menunggu di lobi, tapi Jenni enggan menunggu di sana. Entahlah, rasanya aneh duduk di lobi dan dilihat orang-orang yang berlalu-lalang. Kemudian, dia meminta bantuan OB untuk mengakses lift, tentu saja dia harus mencari alasan kuat. Hingga dia mendapat kartu khusus tamu. "Ck! Lama-lama pegel!" Jenni memijit tumitnya yang mulai protes. "Dia masih lama atau gimana, sih?" Dia melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN