Malam itu. Pandangan Jenni tidak lepas dari sosok lelaki di depannya. Dia mencoba membaca apa yang ada di pikiran Sagra. Tiba-tiba mengajak pacaran tanpa alasan jelas. Jenni akan mudah menyimpulkan jika dia tajir, bisa jadi lelaki itu mengincar hartanya. Atau, karena dia sangat cantik dan banyak lelaki yang mengantre. Namun, kenyataannya dia tidak seperti itu. Apa gue sebenernya cantik? Tanpa sadar Jenni menatap spion, memperhatikan wajahnya yang bundar dan kali ini bebas dari jerawat. Dia tersenyum, dan menyukai senyumannya. Kemudian dia melirik Sagra, mencoba menebak lagi. "Gimana?" tanya Sagra karena Jenni sejak tadi mendiamkannya. "Ehm...." Jenni berdiri tegak sambil bertolak pinggang. "Pak Sagra ngejar saya karena saya cantik, kan?" Sagra refleks memperhatikan penampilan Jenni.

