Kencan pertama Sagra bersama Jenni, dilakukan di mal. Kebanyakan orang perkotaan akan memilih mal atau restoran sebagai tempat jalan. Makan bersama, menonton kemudian berkeliling sambil mengobrol. Mainstreem memang, tapi masih banyak yang melakukan itu. Jenni melirik Sagra yang berjalan beberapa centi di sampingnya. Lelaki itu mengenakan kemeja hitam lengan pendek dan celana kain. Sungguh, mereka seperti jalan setelah bekerja. Padahal, sekarang weekend. Sepertinya hanya Jenni yang terlalu berharap. Sebelumnya dia memilih pakaian yang dirasa cocok. Hingga pilihannya jatuh ke terusan selutut berwarna putih gading. Rambutnya yang biasa dia ikat kuda, kini diikat sebagian. "Gue berasa jalan sama bokap." Sagra menoleh mendengar gumaman Jenni. Namun, bukannya bertanya dia malah sibuk menyerup

