Makan malam pun selesai, kini mereka berada di taman belakang hanya sekedar untuk menikmati teh bersama. Kania masih saja mengobrol dengan mertuanya, sedagkan Daffa pamit ke kamar karena ada suatu dokumen yang berlum diselesaikan Daffa. "Kania kamu bahagia dengan Daffa?" tanya Anella, dengan raut seriusnya. "Kenapa bertanya seperti itu Ma, tentu saja aku bahagia kerena Mas Daffa adalah orang yang baik, " jawab Kania tidak sepenuhnya berbohong. Kania tidak berbohong, Daffa cukup baik terhadapnya, walaupun kadang Daffa sering memaksanya. kania tau itu demi kebaikannya juga. "Bunda hanya khawatir Kania, kamu sudah terlalu banyak menderita. Bunda tak ingin anak Bunda menjadi penyebab luka itu," kata Anella, sambil memegang tangan Kania yang berada tepat di sampingnya. "Tidak apa-apa

