“Ini sudah sore Kania, bahaya kalau kamu pulang sendiri,” ucap Daffa mensejajarkan langkahnya dengan Kania. Beruntung di koridor tidak ada mahasiswa lagi keculia mereka berdua. Sebagian mahasiswa sudah pulang dan sebagiannya lagi masih berada di dalam kelas mengikuti pembelajaran. “Saya sudah biasa sendiri,” jawab Kania, terus melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa. “Saya antar, ya?” tanya Daffa lagi berusah bersikap lembut kepada Kania. Ia tak mau Kania semakin menjauhinya karena sikap kasar Daffa. “Tidak perlu,” ucap Kania masih dengan nada dingin dan datarnya. “Kania say—“ “Daffa, lo dipanggil ke ruang dekan,” teriak Alan dari kejauhan. Daffa menghela napas tak suka mendengar itu, ia terpaksa meninggalkan Kania sendiri. padahal ini kesempatannya untuk meminta maaf. Jika ada

