Hilangnya pengacara Aditya

1107 Kata
“Apa kalian sedang tidak berbohong?” Tekan Thomas yang spontan membuat keempatnya terkejut. “Apa anda menganggap kami berbohong? Untuk apa kami berbohong, tuan Jack begitu berjasa dalam hidup kami, tidak mungkin kami sejahat itu padanya.” Setelah mengatakan itu salah seorang dari mereka bangkit, “Saya rasa sudah cukup perbincangan hari ini, jika kalian memang tidak percaya atas wasiat itu artinya benar apa yang dikatakan almarhum bahwa memang keluarganya adalah orang-orang pecinta materi.” Ketiga lainnya ikut bangkit dan pergi dari sana meninggalkan Raditya yang sejak tadi hanya diam tanpa bersuara. Perhatian mereka semua teralih pada Raditya, “Apakah anda juga sama seperti mereka?” tanya Thomas. Raditya menggeleng, “Mereka berbohong, mereka sudah di bayar,” jawab Raditya. “kau serius? Ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi?” Raditya menceritakan semua hal yang dia ketahui, sampai mereka tahu bahwa surat wasiat itu memang palsu, Jack sudah lebih dulu membuat surat wasiat asli yang di tujukan untuk putranya juga sang ayah Gilbert purnama. Namun entah bagaimana, setelah surat itu selesai, justru Akmal dan Jack bertemu untuk membuat sesuatu yang di yakini sebagai wasiat palsu. Pengacara Raditya juga mengatakan jika saat itu, dirinya sama sekali tidak dilibatkan oleh Jack justru Akmal membawa seorang laki-laki asing yang sampai saat ini tidak pernah terlihat setelah hari itu. Raditya sudah mengatakan semuanya, dan dia berjanji akan membawa buktinya besok ke perusahaan dan juga sebagai klarifikasi atas semua berita yang beredar. Raditya berpamitan untuk pulang, karena waktu juga telah menunjukkan larut malam dan besok mereka harus melakukan hal besar untuk perusahaan. ** Raditya mengendarai mobilnya menuju ke arah apartemennya, jalanan yang dilewati Raditya tidaklah terlalu sepi namun saat memasuki kawasan pusat industri tiba-tiba ada mobil yang mengikuti Raditya hal itu membuat pria itu harus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Merasa terancam Raditya mencoba menghubungi Raksa. namun tidak di jawab, hal itu membuat keadaan semakin buruk. Raditya akhirnya membelokkan mobilnya ke sembarangan arah, berharap mobil di belakang tidak lagi mengejarnya namun siapa sangka justru mobil itu makin menambah kecepatannya. Tinnnnnnn! Mobil di belakang terus berusaha menyalip, di jalanan yang mulai berlubang mobil itu mulai mensejajarkan dirinya dengan mobil Raditya, dengan keras mobil itu menyenggol mobil Raditya hingga mobil tersebut mulai keluar dari jalurnya. Tiinnnnnnnn Bruk! Mobil Raditya menabrak pohon yang cukup besar, separuh badan mobil merosot ke jurang dan sebagian lagi berada di badan jalan, Raditya masih sempat membuka handphonenya dan mengirimkan voice note pada Raksa. “Tolong saya tuan................” “Astaga, apa ini," panik Raksa saat membuka handphonenya. “Kenapa Raksa kenapa kamu sepanik itu?” Ujar Gilbert yang melihat wajah Raksa begitu panik dan ketakutan. Raksa segera menghidupkan TV, “Opa belum lihat berita pagi ini?” ujar Raksa. Gilbert menggeleng, menonton TV di pagi hari bukanlah kegemaran Gilbert. Setiap pagi Gilbert akan berolahraga hingga waktu menujukan pukul 10 pagi. Raksa menyerahkan handphonenya, dan menekan voice note yang sejak semalam masuk ke dalam pesannya, “Tolong saya Tuannn........” Gilbert menatap Raksa “Itu suara Raditya, Abil, Rahmat segera kesini!” teriak Gilbert memanggil para anak buahnya setelah menyadari ada sesuatu yang terjadi. “Cepat cari Raditya, saya yakin ada orang yang sengaja ingin membuatnya celaka,” perintah Gilbert. Kedua anak buah Gilbert dengan cepat langsung bersiap dan tancap gas mencari titik lokasi terakhir Raditya berada, sedangkan Raksa dan Gilbert tampak panik menunggu kabar disana. “Opa aku yakin ini ulah pria busuk itu, sudah jelas dia ingin membuat Raditya tidak bisa datang ke perusahaan sebentar lagi.” Gilbert mengangguk, “Pria itu benar-benar jahat Raksa, kamu harus berhati-hati dengannya tapi opa yakin ada seseorang yang membantunya pria itu tidaklah memiliki power apapun selain dia adalah teman dari paman mu, sepertinya dia bersekongkol dengan seseorang demi perusahaan Jack.” Gilbert cukup paham bagaimana permainan yang dilakukan oleh akmal, tapi untuk menjerat akmal sekarang itu benar-benar hal yang mustahil terlebih gilbert yakin ada power yang begitu kuat yang berada di belakang akmal. “Semoga saja James baik-baik saja, opa tidak bisa membayangkan bagaimana jika ada yang tahu soal keberadaannya.” Jihan menggenggam tangan gilbert, “Tenanglah opa, itu tidak akan terjadi James adalah pria berpengaruh, dia cukup hebat, bahkan lebih hebat dari opa dan paman kita doakan saja semoga niat kita untuk mengungkapkan semua ini bisa berjalan dengan cepat.” “Bagaimana apa kalian mendapatkan kabar Raditya?” Orang-orang Gilbert menggeleng serentak, “Bahkan mobil itu telah meledak tuan,” jawab mereka dengan lesu, tidak pernah sesulit ini untuk mencari keberadaan seseorang tapi kali ini mereka benar-benar tidak bisa melakukan apapun. Gilbert meremas kertas di tangannya dengan kasar, ”Apakah ini perbuatanmu, sungguh hanya kau yang bisa Menandingiku jika benar maka aku rasa kita harus bertemu,” gumam gilbert. “Tuan, para awak media sudah berada di luar mereka ingin klarifikasi segera untuk kabar yang beredar.” “Tidak perlu ada klarifikasi apapun, media tidak akan percaya hanya dengan omong kosong belaka kita harus cari siapa yang telah membuat berita bohong itu.” Gilbert meraih remot dan menekan tombol on, seketika pandangan matanya langsung tertuju pada kabar duka tentang Raditya. Dalam berita yang ada, Raditya di kabarkan telah meninggal dunia dan hal itu di gosipkan karena Raditya kembali dari rumah Gilbert, dan kini gilbert dijadikan sasaran empuk dugaan tersangka. Brak! Mata James tampak tajam menatap ke arah TV yang menyala, terlebih saat para pembawa berita itu mengucapkan nama kakeknya sebagai terduga tersangka. James menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, sembari meremas remot TV nafasnya terengah-engah James benar-benar tidak percaya dengan pikiran bodoh orang-orang. “Aku tidak bisa berdiam diri, aku harus segera mencari informasi soal pria itu aku yakin dialah orang yang berhak bertanggungjawab atas semua ini.” James bangkit dan segera mengganti pakaiannya, tujuannya pulang ke apartemen adalah untuk mengabari kakeknya, tapi justru begitu mengejutkan sekarang kakeknya justru akan menjadi tersangka. “Kalian harus lindungi cucuku, jangan sampai ada yang mengetahui keberadaannya, semua ini sudah direncanakan jangan ada siapapun yang memberontak saat pihak kepolisian menangkapku.” “Tapi anda tidak bersalah tuan,” jawab bodyguard gilbert bernama Raksa, dia tidak bisa membiarkan sang tuan di tangkap atas sesuatu yang tidak dia lakukan, dia benar-benar mengenal tuannya itu seseorang yang begitu baik bahkan begitu banyak kebaikannya untuk orang-orang. Gilbert mengangkat tangannya di udara, “Jaga cucuku raksa, setelah aku tentu dia akan menjadi sasaran tetap awasi dia dari jauh.” Gilbert bangkit dari duduknya, dia akan pergi ke perusahaan dia bukanlah seseorang yang lari dari masalah dia akan hadapi dan dia akan tunjukkan pada orang-orang bahwa tanggapan mereka salah tentangnya. Jihan sudah lebih dulu pergi ke perusahaan, ternyata disana jihan tidak mendapatkan sambutan yang baik jihan di lempari dengan sampah, diteriaki sebagai perempuan jahat bahkan ada yang tega meludahinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN