“ Cut. Mau lihat ?” Dan meminta assistennya memutar ulang.
Nayang bersidekap menatap monitor, Ekspresi Lody benar benar seperti yang ada dalam bayangan Sammy ....” Sammy tahu pasti dari sudut mana saja kamu terlihat ganteng.” Ujarnya dengan tawa bergetar.
Lody tersenyum sambil mengacak rambut gadis disampingnya. Ia menyadari kamera selalu mengambil angel terbaik dari setiap ekspresinya. Detail detail seperti ini yang membuat mereka mengulang sampai berkali kali. Ditatapnya Dan Lambert yang nampak lelah ... mempertahankan detail untuk durasi produksi yang berpuluh kali lipat dari film yang biasa ditangani pasti menguras tenaga dan emosinya.
Suasana hening saat adegan Aneth memeluk Nara ... Kamera mengambil dari dekat ekspresi keduanya, bahasa tubuh mereka sampai pada proses Nara mengatur nafasnya. Selama ini Dimas diakui piawai dalam mengatur sorot mata ... tapi kali ini wajahnya di sorot close up dengan mata terpejam dan helaan nafas yang menceritakan banyak hal.
“ Perfect.” Guman Nayang.
Dimas terpukau oleh wajahnya di monitor sampai tidak menyadari tangannya bergerak memeluk bahu Nayang yang berdiri di sampingnya, meremasnya perlahan.
Dan mundur selangkah, tersenyum menatap bagaimana Gadis kecilnya tampak menikmati dan nyaman dalam pelukan Dimas, setidaknya sebelum menyadarinya dan mendadak kikuk. Lody sering terlihat melakukan hal yang sama, yang ditanggapi dengan sangat biasa.
“ Good job.”
Nayang memutar kepalanya ,” Abang, Kakak ... Arga ...” pekiknya senang ,” hai my baby ....” berlari meraih bayi yang terlelap dalam pelukan ibunya ,” hai kak .....”
Rei dan Arganta bertukar pandang ,” Kita gak diperlukan lagi, baby Kai juaranya.”
Nayang tersenyum jahil, mencium Arganta, Rei dan istrinya sekilas sebelum kembali menatap makhluk menggemaskan dipelukannya.
“ Yang barusan ... keren.” Rei menjabat tangan Dimas.
“ Terima kasih.” Kehilangan kata kata dihadapan aktor idolanya ,” Abang ?”
Rei tertawa ,” Setelah ini semua orang bakal menyadari kalau Nayang itu adikku. Selama ini dia sembunyi di laci meja belajar” diputarnya kepala memanggil Nayang ,” Nay .... kamu gak bilang-bilang kalau aku abangmu ?”
Nayang mendekat ,” Emang penting ?”
Rei mendorong kepala adiknya, menatapnya dengan tatapan tersinggung ,” Hah ... pendatang baru sombong.”
Nayang melebarkan matanya.
Dimas tersenyum menangkap kasih sayang mereka sebelum intens menatap bayi dalam pelukan Nayang ,” Hai ... lucu banget.”
Nayang mengangkat mukanya sejenak ,” Dia bangun .... hai baby Kai.”
Arganta dan Rei bertukar pandang sebelum mendekati Dan ,” Paman. Puas ?”
“ Sejauh ini iya .... “ diciumnya istri Rei setelah menjabat tangan dua keponakannya ,” Yang dua itu juga lumayan memuaskan.” Ditatapnya Nayang yang memamerkan baby Kai dengan Dimas disisihnya.
Rei tertawa ... ,” Mungkin tahap berikutnya. Aku dengar, drama ini akan launching dua minggu lagi. Itu tahapan yang harus dilalui Nayang dalam waktu dekat, menjadi public figur.” Dihebuskannya nafas.
“ Kamu terlalu khawatir. Nayang pasti sudah memikirkannya saat memutuskan mengambil peran ini.” Istrinya memeluk lengan Rei ,” Meski dalam diam, dia pasti sudah mengamati apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan sebagai publik figur. Dia punya banyak contoh dan pengalaman untuk itu.”
“ Kamu benar ... Diam atau tidak, dia tetap keponakan Dan Lambert ... dia mengikuti semua proses hidup serta karir Sammy dan Arga, dia adikku dan adik iparmu. Haaah ... seharusnya tanpa harus berbuat apapun di memang sudah berada di dunia ini.” Gerutu Rei ,” Dasar keras kepala.”
“ Kita sudah progress 80 persen, yang 70 sudah masuk tahap editing. Sudah waktunya launching. Aku kadang lupa bahwa ini bukan film yang akan tayang setelah semua beres.” Dan tergelak dan beranjak ,” Ayo istirahat dulu. Nay .... bawa baby Kai ke pondok, dia pasti kangen opanya.”