Laras dalam mode gelisah. Dia tak bisa tidur. Kemarahan Ryan tadi membuat hatinya merasa resah dan sulit memejamkan mata. Suaminya itu benar-benar menyalahkan dirinya karena Alena jadi emosi seperti tadi. Tiba-tiba perutnya merasa lapar. Terdengar bunyi keroncongan dari sana. Tadi, dia memang belum sempat menghabiskan baksonya. Gara-gara Deril ingin segera menemui Alena. Dia baru memakan satu butir bakso saja. Dan meninggalkan baksonya dalam keadaan mubazir di meja begitu saja. “Lapar sekali.” Laras mengusap perutnya. Ingin makan tapi Laras merasa malas. Tak tahu mengapa selera makannya kini jadi hilang. Mungkin karena suasana hatinya akhir-akhir ini yang tak tidak baik-baik saja. Laras bangun dan duduk di ranjangnya. “Andai saja kamu bersamaku sekarang, Ryan. Kamu pasti akan bikin maka

