Ishela menyodorkan secangkir cokelat panas di atas meja lalu ikut duduk di bangku yang ada di teras belakang rumah Ryani. Ryani tersenyum pelan meraih cokelat panas buatan Ishela yang sejak dulu menjadi favoritnya. Ryani menghirup aroma wangi cokelat di dalam cangkir kemudian menyesapnya pelan-pelan. "Jadi ingatan lo udah kembali? Sejak kapan?" tanya Ishela meminta penjelasan pada Ryani. Perempuan itu mengerutkan dahi. "Sejak Giyok jelasin waktu itu. Saat gue pingsan," jelas Ryani. Ia menatap tanaman yang berjejer di sana. "Terus kenapa lo malah pura-pura nggak inget siapa gue, siapa lo." Ishela meletakkan kedua tangan di pinggang. Jelas saja dia marah, Ryani sudah bisa mengingat siapa dirinya, tapi kenapa malah pura-pura masih hilang ingatan? "Karena Jona," senyum perempuan itu

