Balas Dendam Ryani

1457 Kata

Dering handphone Ishela tidak berhenti berbunyi. Getaran benda tipis itu terasa di tangan, Ishela memasukan handphonnya ke dalam tas dengan gerakan setengah kasar sambil lalu memasuki sebuah rumah mewah bercat putih terang. Setelah menuntup pintunya keras, ia berlarian memasuki rumah yang sudah tidak asing bagi Ishela. Bibir perempuan itu terkatup tatkala mendengar suara dua perempuan di dalam rumah itu. Pintu rumah terbuka lebar, dan Ishela bisa masuk dengan leluasa tanpa harus mengetuk pintu lebih dulu. "KURANG APA GUE SAMA ISHELA SELAMA INI, SEL? KURANG APA?!" Mata Ishela melebar. Bulu matanya bergerak lentik. Itu suara Ryani. "Lo, lo... harus dibunuh!" Dengan cepat Ishela melesat ke dalam sana sebelum sesuatu terjadi pada salah satu dari mereka. Bukan ini yang dia mau. Ishela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN