60. Cooperation Contracts

956 Kata
Yushi tidak tahu apa yang ada di pikiran bosnya mengenai masalah hari ini. Karena sejak tadi ia hanya sibuk memperhatikan dua orang karyawan yang terdiam satu sama lain. Seakan tidak ada yang berani membuka percakapan, selain dirinya. Sejenak Yushi berdeham pelan membuat kedua orang itu mengalihkan perhatiannya. Ia memposisikan diri sebagai pembicara Xiao Na. “Bagaimana proyek kerja di Beijing?” tanya Yushi menautkan jemarinya di atas meja. “Tidak ada masalah, Presdir Zhang. Hanya ada beberapa kendala di bagian konstruksi saja,” jawab Li Xian membuka map yang berisikan laporan proyek kerja dari perusahaan real estate. “Lalu, mengapa pagi ini aku mendengar beberapa pekerja tampak tidak terima dengan bayaran yang sudah disetujukan?” sahut Xiao Na terdengar menyindir. Seketika Li Xian bungkam. Sejujurnya, ini memang bukan bagian dari pekerjaannya. Sedangkan seorang lelaki lainnya yang duduk tepat di samping Li Xian pun mulai bersuara. “Memang benar, Presdir Zhang. Aku melihat banyak sekali ketidaksamaan dari semua laporan yang ada,” balas lelaki itu mengangguk singkat, lalu menyerahkan map berisikan beberapa kejanggalan dari yang ia temukan sejak kemarin. Tanpa pikir panjang Xiao Na langsung membaca laporan tersebut dengan seksama. Ia memang sejak awal tidak pernah menyetujui kontrak kerja sama dengan real estate. Sebab, dirinya mendirikan perusahaan internet hanya untuk membimbing generasi muda berkarya. Mungkin kalau ia tahu akan terjadi seperti ini, tidak akan pernah mau bertanda tangan. Sekalipun perusahaannya akan bangkrut. Melihat guratan lelah di wajah Xiao Na membuat Yushi tidak bisa berbuat apa pun, selain menyemangatinya saja. Karena ini merupakan kesalahan mereka semua, termasuk dirinya sendiri. Xiao Na memijat dahinya lelah, lalu menatap satu per satu karyawan perusahaan yang terlihat tegang. “Kenapa bisa seperti ini?” “Kita semua tidak tahu, Presdir Zhang. Tapi, dari pihak QuanSheng Group telah mengonfirmasi kalau kejadian hari ini murni kesalahan para pihak di sana sehingga kita diputuskan untuk diam,” jawab Gong Jun menunduk dalam membuat Li Xian menghela napas panjang. “Sepertinya, apa yang dikatakan Direktur Gong benar, Presdir Zhang. Karena pihak yang paling dirugikan adalah kita,” timpal Li Xian membuat Xiao Na mengangguk pelan. “Kalau begitu, apakah kita harus tetap berpangku tangan?” tanya Yushi menatap kedua lelaki itu dengan sinis. “Tidak. Sebaiknya kita jangan terlalu ikut campur masalah internal QuanSheng Group. Karena hal tersebut malah menjadikan kita sebagai investor yang tidak memiliki kepercayaan dalam bekerja sama,” jawab Xiao Na menggeleng singkat. Seketika Yushi yang menyadari jawaban tersebut langsung mengangguk patuh. Ia tidak tahu kalau bosnya akan menjadi perhatian seperti ini. “Baiklah, rapat hari ini selesai,” putus Xiao Na memutar kursi kebesaran membelakangi para karyawannya yang mulai bangkit dari sofa satu per satu. “Presdir Zhang, apa hari ini kau akan pergi ke sana?” tanya Yushi meletakkan beberapa berkas tersebut di atas meja kerja bos cantiknya. “Tidak. Aku harus kembali ke markas,” jawab Xiao Na kembali memutar kursi kebesarannya menatap sekretaris prefeksionis yang sudah bekerja selama beberapa tahun penuh. “Kalau begitu, aku pamit dulu, Presdir Zhang,” putus Yushi membungkukkan tubuhnya penuh hormat, lalu berbalik meninggalkan seorang wanita yang terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri. Memang sejak tadi Xiao Na terlihat sedikit aneh, terlebih saat melihat kehadiran Li Xian. Entah apa yang terjadi diantara keduanya membuat Yushi menjadi penasaran. Sebab, wanita itu tidak akan bertingkah seperti baru saja kepergok berduaan dengan lelaki lain kalau memang tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Akan tetapi, pikiran sehat Yushi masih mengatakan kalau ia tidak berhak ikut campur masalah pribadi bosnya. Justru ia seharusnya senang kalau Xiao Na telah bangkit dari masa lalu dan mulai memberanikan diri membuka hati. “Semoga kau tetap bahagia, Presdir Zhang. Setelah apa yang kau lalui beberapa hari ini,” ucap Yushi tersenyum tipis sembari menutup pintu ruangan tersebut dengan rapat. Sepeninggalnya Yushi yang kembali bekerja, Xiao Na pun bangkit dari kursi kebesarannya menuju gantungan mantel di sudut ruangan. Tentu saja di luar sudah musim dingin membuat dirinya harus menggunakan banyak pakaian. Kalau tidak, sudah dapat dipastikan dirinya akan mati kedinginan. Namun, di tengah ia memakai mantel tebal itu tiba-tiba ponselnya berderit pelan. Merasa penasaran dengan pesan yang baru saja masuk tadi membuat Xiao Na menghampiri meja kerjanya, lalu menggeser layar tersebut hingga menampilkan sebuah pesan singkat dari salah satu karyawan. Tong Xin Presdir Zhang, ini pesana yang kau minta tadi. Tak lama kemudian, sebuah file berbentuk pdf itu masuk ke dalam folder berkas yang ada di ponsel Xiao Na. Membuat wanita itu langsung membukanya. Namun, tidak ada yang menyangka kalau ia justru sangat terkejut saat melihat isinya. Sementara itu, di sisi lain Li Xian yang baru saja menyelesaikan rapat dadakan itu pun melenggang pergi ke arah elevator untuk kembali turun ke lantai Departemen Teknologi. Karena masih banyak sekali yang belum ia kerjakan di sana. Li Xian tampak menoleh ke arah lelaki yang berdiri tepat di sampingnya, lalu berkata, “Direktur Gong, apa kau sudah memeriksa kontrak kerja sama kemarin?” “Sudah, Direktur Li. Bahkan Presdir Zhang sudah menginstruksikan bahwa kontraknya akan segera dilaksanakan, tapi mengingat kalau Tim N&N baru saja mengalahkan mereka membuat kontrak itu kembali terulur tanpa kejelasan,” jawab Gong Jun menghela napas panjang. Sejujurnya diantara kedua lelaki itu tidak ada yang merasa bahagia, karena mereka mempunyai kesulitan masing-masing. Apalagi mendekati tahun baru Cina yang mengharuskan semua karyawan bekerja lebih lama. Agar tidak mengganggu waktu libur. “Tolong antarkan kontrak itu ke ruanganku,” pinta Li Xian melenggang masuk ke dalam elevator dan meninggalkan Gong Jun yang mengangguk singkat. “Nanti akan aku antarkan, Direktur Li.” Setelah itu, Li Xian pun mulai menutup pintu elevator tersebut. Tentu saja Gong Jun tidak akan bersama dengan dirinya, karena lelaki itu hanya berbeda satu lantai saja dengan Xiao Na sehingga tidak memerlukan teknologi berlebih kalau menggunakan tangga saja sudah sampai di tempat tujuan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN