Pembuatan Regu

1572 Kata
“Angkat kepala kalian saat menjawab perkataan ku!” ucap ku dengan meninggikan suara. Dengan serentak mereka benar-benar melakukan apa yang aku suruh. Saat ini aku bingung untuk menentukan para pemimpin regu, aku juga sudah lupa akan wajah mereka yang aku perintahkan untuk membunuh anggota organisasi Camazot yang tak ingin tunduk pada ku. “Kalian yang ingin menjadi Ketua dari setiap regu, berdiri dan maju ke depan!” ucap ku sambil duduk di batu besar yang ada di samping sungai. “Aku butuh 4 orang,” tambah ku. Setelah aku mengatakan itu, para anggota Yami terlihat kebingungan dan saling melihat satu sama lain. Sepertinya mereka bingung dan tak percaya diri untuk menjadi Ketua regu. Setelah terdiam beberapa saat, salah satu dari mereka yang ada di barisan terdepan paling kanan, mulai berdiri dan maju ke depan dengan gagahnya. Tatapan yang penuh percaya diri dan aura penuh keberanian terpancar darinya saat dia maju. “Hooaaaam... bagus, tinggal 3 orang lagi!” ucap ku sambil menguap karena sedikit bosan menunggu mereka menentukan pilihannya. Mereka kembali ke keadaan sebelumnya, yaitu kebingungan satu sama lain. Hal ini tentu saja membuat ku kesal karena mereka terlalu membuang-buang waktu ku. Daaappp.... Aku menghentakkan kaki ku ke tanah dengan keras hingga menyebabkan jejak kaki ku tertinggal dengan beberapa retakan dari tanah. Seluruh anggota Yami terdiam dan menunduk dengan wajah pucat pasi. “Kalian terlalu membuang-buang waktu ku!” ucap ku sambil menatap tajam ke arah mereka. Tiba-tiba anggota Yami yang saat ini mengajukan dirinya untuk menjadi Ketua regu dan berdiri di hadapan ku memberanikan diri untuk berkata,” Izin untuk memberikan saran Tuan!” Pandangan ku teralih dan menatapnya yang saat ini berdiri dengan tegap meskipun terlihat gemetar akibat gertakan ku tadi. “Ohh, katakan apa itu?” tanya ku padanya. “Jika di perkenankan untuk menjadi Ketua di setiap regu, maka saya mengusulkan orang-orang yang Tuan perintahkan untuk membunuh anggota organisasi sebelumnya yang tak berniat bersumpah setia pada Tuan,” jawabnya dengan tenang. “Aku memang ingin melakukan itu, tapi aku lupa dengan wajah mereka karena kalian sekarang sudah tak sama seperti sebelumnya,” ucap ku sambil berdiri dari duduk. “Jika di perbolehkan maka saya akan memanggil ketiga orang tersebut, karena saya juga termasuk orang yang tuan perintahkan saat itu,” ucapnya sambil menundukkan kepalanya ke arah ku. “Lakukan!” ucap ku sambil menunjuknya. Aku pun duduk kembali ke batu besar itu sambil menaikkan salah satu kaki ku ke kaki yang lainnya. Orang itu menunggu ku duduk terlebih dahulu baru setelah itu mengangkat kepalanya dan membalik badannya. “Tuan Kyle, Tuan Bernal dan Tuan Colon harap maju dan berdiri menghadap Tuan kita,” ucapnya pada seluruh anggota Yami. Setelah dia memanggil nama-nama orang yang dia maksud, orang-orang tadi mulai berdiri dari posisi bersujud dan berjalan ke depan untuk menghadap ku. Aku benar-benar melupakan wajah-wajah orang-orang ini karena penampilan mereka yang berubah. Empat orang dari kelompok Yami sedang berdiri menatap ku yang sedang duduk di hadapan mereka, seakan menunggu perkataan ku selanjutnya, mereka hanya diam tak bergeming tanpa mengeluarkan kata-kata atau pun suara. “Bagus, sekarang kalian berempat akan menjadi Ketua regu yang masing-masing pemimpin akan memimpin 4 orang anggota Yami,” ucap ku sembari menurunkan kaki ku dan berdiri kembali. Aku berjalan menghampiri ke empat orang yang sedang berdiri di hadapan ku saat ini. Tubuh mereka lebih tinggi dari pada aku saat ini, jika saja aku tak menanamkan kesan menakutkan pada mereka, maka mungkin mereka akan mengejek ku saat ini. Aku berjalan menuju orang yang memanggil ketiga orang tadi. “Kau! Siapa nama mu?” tanya ku pada orang yang mengusulkan saran tadi. “Nama saya Latz!” jawabnya singkat sambil memandang tegak ke depan. Latz memiliki tubuh yang tinggi dan kekar dengan kumis tipis di wajahnya. Dari tubuhnya terpancar aura yang menandakan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Aku berpikir untuk mengangkatnya menjadi tangan kanan ku namun bukan untuk sekarang, karena sekarang aku belum mengetahui karakter dan sifatnya yang sesungguhnya. “Lats! Kau akan menjadi Ketua regu Yami yang pertama yaitu Regu Alpha!” ucap ku sambil sedikit meninggikan suara ku. “Siap! Sebuah kehormatan bagi saya Tuan,” jawabnya dengan berteriak. “Tak usah terlalu keras dalam menjawab, aku tidak tuli b******n!” ucap ku sambil terus berjalan ke orang selanjutnya. “Nama mu!” ucap ku saat berada di hadapan orang yang ada di samping Latz. “Nama Saya Kyle Tuan!” jawabnya. Kyle memiliki perawakan yang mirip dengan ayah ku. Tubuh nya cukup tinggi dan seimbang dengan otot-ototnya. Sorot mata yang tajam membuat ku berpikir bahwa Kyle adalah orang yang sangat fokus ketika melaksanakan pekerjaannya. “Kyle! Kau akan menjadi Ketua regu Yami yang kedua yaitu regu Gamma!” ucap ku pada Kyle. “Siap tuan! Dengan senang hati saya menerimanya” jawab Kyle. Aku melanjutkan kembali berjalan kepada dua orang yang tersisa untuk mempersingkat waktu ku karena hari sudah hampir sore. “Kalian berdua! Siapa nama kalian?” ucap ku pada kedua orang itu. “Nama saya Bernal Tuan!” jawab orang yang ada di samping Kyle. “Nama saya Colon Tuan!” jawab orang terakhir. Colon dan Bernal memiliki perawakan yang hampir sama dengan Kyle dan Latz. Perbedaannya, aura dari Colon lebih tenang dari pada Bernal yang memiliki aura seperti seorang tentara bayaran. Aku hanya perlu tau sifat mereka yang sebenarnya dimana hal itu akan terungkap seiring waktu. “Bernal! Kau Ketua regu Yami ketiga yaitu regu Lambda. Sedangkan Colon, kau ketua Regu Yami keempat yaitu regu Theta!” ucap ku pada kedua orang itu. “Siap Tuan!” jawab Bernal singkat. “Siap Tuan! Saya tak akan mengecewakan tugas yang telah Tuan berikan pada saya” jawab Colon. “Baiklah, kalian para ketua Regu tentukan anggota kalian masing-masing dan setiap regu harus berjumlah 5 orang,” ucap ku pada mereka berempat. “Pergilah setelah selesai menentukan anggota kalian dan temui aku di sekitar rumah Systine malam nanti,” tambah ku sambil meninggalkan semua anggota Yami. “Siap tuan!” ucap mereka serentak sambil menunduk kepada ku. Aku berjalan pergi meninggalkan anggota Yami yang masih menundukkan kepala mereka, sepertinya mereka menunggu aku berada di jarak yang jauh dari mereka dan mereka akan mengangkat kepalanya, aku juga tak peduli dengan itu dan terus berjalan. Aku berjalan menuju guild di karena hari yang sudah sore. Sesampainya di depan pintu guild, aku teringat pesan Systine yang mengatakan bahwa aku di suruh menunggunya di air mancur itu. Aku pun mengurungkan niat ku untuk masuk dan berjalan menjauh dari guild menuju ke air mancur. Warna air yang terlihat bening dengan kemerahan akibat pantulan sinar matahari sore yang terlihat di air mancur. Para petualang berlalu lalang pergi melewati dan mengabaikan pemandangan indah air mancur saat ini, meskipun ini hal yang biasa bagi mereka yang telah lama tinggal di sini. Namun bagi ku ini adalah hal yang membuat ku menjadi tenang sejenak untuk melupakan masalah yang terjadi hari ini. “Hey apa kau sudah lama menunggu?” ucap seorang perempuan sambil memegang pundak ku hingga menyebabkan aku kaget. Aku tak sadar dengan sekitar ku karena aku sedang terhanyut oleh pemandangan air mancur ini. “Ahhh... ohh rupanya itu kau, Systine,” ucap ku sambil berteriak karena kaget. Systine tertawa cekikikan ketika aku kaget hanya karena sapaannya. Aku mengatur nafas ku agar detak jantung ku kembali normal lagi tak seperti tadi saat terkejut akibat ulah Systine. “Huft... apa kau sudah selesai?” ucap ku pada Systine yang masih tertawa. “Ehem, maaf mengagetkan mu, bisakah kita pergi sekarang Clay?” ucap Systine. “Yah, aku sudah lelah hari ini,” jawab ku sambil menatapnya. Kami pun berjalan secara bersamaan menuju rumah Systine, letaknya sedikit jauh dari guild dan oleh karena itu, Sytine sering memilih untuk tidur di guild bersamaan dengan beberapa temannya yang bernasib sama. Namun sepertinya kali ini dia akan lebih jarang tidur di guild karena adiknya sudah kembali, dan khusus untuk malam ini aku akan menginap di sana. “Oh iya Clay, apa kau tak mendapat masalah dari Bergh?” tanya Systine sembari berjalan menuju rumahnya. “Hmm? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?” tanya ku balik. “Yahh... kau pasti sudah menyadarinya di guild tadi siang, orang itu menyukai ku dan sering berbuat seenaknya pada orang lain. Karena kau tadi siang seperti menantangnya, maka kupikir dia tak akan melepaskan mu dengan mudah,” jawab Systine sambil melirik ke arah ku. “Aku juga melihat dia pergi keluar bersamaan dengan kau saat meninggalkan guild,” tambahnya. Sepertinya insting ku tidak salah mengenai Bergh. Dia memang menyukai Systine dan hal itu hanya terjadi secara sepihak karena Systine tak menyukainya di tambah dengan sikapnya yang buruk dan liar. Aku harap dengan kehilangan ibu jarinya, dia akan berubah menjadi lebih baik ke depannya. “Bagaimana orang seperti itu akan membuat ku mendapat masalah?” tanya ku pada Systine. “Yahh... kau mungkin akan mendapat masalah saat membunuhnya, dengan kekuatan mu maka dia hanya seperti seekor lalat kecil,” jawab Systine sambil tersenyum Seperti yang di harapkan dari Resepsionis guild kepercayaan ku, dia tau betul kekuatan ku yang sesungguhnya. Matahari semakin kehilangan sinarnya saat ini, namun Systine belum menunjukkan akan sampai ke rumahnya, setidaknya itu pikir ku karena khawatir karena hari sudah hampir malam. Namun hal itu dipatahkan dengan berhentinya Systine di depan sebuah rumah yang bentuknya hampir sama dengan milik Gram dan Roku, perbedaannya ukuran dari rumah ini lebih besar dari pada milik Gram dan Roku. “Selamat datang di rumah ku, Clay!” ucap Systine sambil tersenyum hangat pada ku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN