Selalu ada dua sisi dari sebuah cerita. Apa yang kamu lihat, dan apa yang terjadi. Dan kedua Laki-laki itu berjalan dengan terseret-seret. Sesekali menoleh ke belakang lalu berteriak, dan mencoba untuk melawan, melepaskan dirinya dari tiga petugas keamanan yang sedang berusaha menariknya keluar. Dan di situ, mata kami bertemu. Aku menarik nafasku dalam, jariku yang menyentuh bibirku yang terbuka, matanya menatapku tajam. Sedikit basah dan pada saat yang dipenuhi amarah. “Ri-ridho?” ucapku terbata-bata dengan. “Anna?” ucapnya hampir berdesis. Aku bisa merasakan perasaan yang tercekat di tenggorokannya. “Aku--” “Cepat jalan!” perintah salah seorang laki-laki bertubuh tinggi besar di dalam pakaian yang serba hitam, menyeret Ridho menyusuri lorong itu lalu menghilang di balik pintu lift s

