Ketika aku masih jauh lebih muda, ibuku sering memberitahuku apa itu cinta. Menurutnya, cinta itu kasih. Dan kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu…. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. Tsh… Omong kosong. Orang macam apa yang bisa mencintai seperti itu. Bahkan ibuku, tidak mencintai seperti itu. Tapi dalam pembelaannya, ibuku mengatakan itu padaku, sebelum dia tahu kalau ayahku memiliki perempuan lain. Dan dia memilih wanita jalang itu daripada ibuku. Ibuku menghabiskan malam-malam panjang, mengutuki wanita jalang itu tanpa henti. Semua orang di sekitar kami membenci perempuan itu. Perempuan macam apa yang menggoda suami perempuan lain? Tidak berhati. Dan aku tidak kebe

