Saskia melangkah memasuki ruang VVIP privat dengan aura ketenangan yang dibuat-buat. Di belakangnya, Salma mengikuti seperti bayangan, wajahnya tegang. Ruangan yang tadinya menjadi simbol eksklusivitas dan kemewahan kini telah berubah menjadi ruang interogasi yang pengap. Di tengah ruangan, Nyonya Adiwijaya, seorang sosialita berpengaruh dengan gaun Chanel berkilauan, sedang mondar-mandir seperti singa betina yang gelisah. Di sofa beludru, suaminya, Tuan Adiwijaya—seorang taipan media yang wajahnya sering muncul di halaman depan korannya sendiri—duduk diam dengan ekspresi dingin yang jauh lebih menakutkan daripada amarah istrinya. Kepala keamanan, Pak Budi, berdiri kaku di sudut, sementara seorang pramusaji muda bernama Dani menunduk dalam-dalam, wajahnya pucat pasi. “Selamat malam, Nyony

