Perjalanan kembali ke hotel terasa seperti melayang dalam sebuah gelembung aneh yang terisolasi dari dunia. Saskia bersandar di jendela taksi, membiarkan lampu-lampu Jakarta yang mulai meredup menjelang fajar melintas di depan matanya dalam sapuan warna yang kabur. Deru mesin mobil yang tenang adalah satu-satunya suara di dunianya, sebuah kontras yang tajam dengan keriuhan pesta dan badai emosi yang baru saja ia lewati. Rapat penutup acara dengan pihak galeri dan sponsor berlangsung hingga pukul tiga pagi. Semua orang memujinya. Kata-kata seperti "luar biasa", "eksekusi sempurna", dan "penanganan krisis yang brilian" terlontar dari mulut-mulut klien yang puas. Mereka tidak tahu bahwa sang "komandan brilian" itu merasa seperti seorang prajurit yang baru saja kembali dari medan perang, denga

