"Riska?!" pekik Affan yang baru tiba dan melihat pemandangan yang tak terduga. Rambut Riska yang tergerai indah membuat dirinya sempat terpana. Namun, ia segera menundukkan pandangannya dan menemukan jilbab gadis itu yang tergeletak di tanah. "Jilbab kamu—" Affan menunjuk jilbabnya dan pemiliknya bergantian. Riska menatap pelaku dengan penuh dendam. Tangannya terkepal erat. Membuat orang yang melihatnya bergidik ngeri. Rasa amarah begitu terpancar di wajahnya. Riska melangkah menuju Fatur yang gelisah. Lelaki itu menyadari kesalahannya. "Salahin si Catur! Gara-gara dia yang udah bohongin gue, sialan!" Riska menggertakkan giginya. Kakek memakaikan selendang milik salah satu petani wanita di kepala cucu perempuannya. Ia tak akan membiarkan rambutnya terlihat lagi. Cukup tadi yang tera

