Sebelum pulang ke rumah, mereka lebih dulu berkeliling perkebunan atas permintaan satu-satunya gadis yang ada bersama mereka semua. Siapa lagi, jika bukan Riska?. Gadis itu memaksa mereka semua untuk menemaninya, jika tidak, maka dirinya tak mau membuatkan jus. Karena Ustadz Rifki yang sangat menyukai buah tersebut, akhirnya ia memaksa sahabat-sahabatnya untuk menuruti keinginan gadis itu. Kecuali Revan yang merasa jika hal itu adalah sebuah ancaman yang tak akan mempengaruhi apapun. Karena dirinya yakin, jika yang membuat jus pasti asisten rumah tangganya. Bukan Riska. Para sahabatnya saja yang mau dibodohi olehnya. Apalagi, Ustadz Rifki yang tergila-gila pada buah masam itu. "Jadi, nanti besok kita panen stroberinya, Bang?" tanyanya pada Revan yang menyapu pandangan ke sekitar. "Iya."

