Seorang gadis mengelap peluh di pelipisnya. Entah, sudah berapa lama ia berjalan, tetapi dirinya dan Revan tak kunjung sampai di perkebunan. Ia rasa, kakak sepupunya itu sengaja mengambil arah jalan yang jauh untuk mengerjainya. "Bang, masih jauh?" tanyanya menoleh pada Revan yang fokus menatap sebuah rumah di depannya. "Bentar lagi." jawab Revan seraya meliriknya sekilas. Riska menghela napas. Matanya berbinar saat melihat seorang pemuda yang mengendarai motor menuju ke arahnya. Segera, ia melambaikan tangan dan berteriak memanggil namanya. Ia menduga, Kakek yang menyuruh Affan untuk menyusul cucu-cucunya. "Affan! Fan!" teriaknya mengulas senyum. Sekarang, Affan bisa bernapas lega karena bertemu mereka di tengah jalan. Setibanya, ia dan sahabatnya yang lain di perkebunan, Kakek lang

