17. Kupat Tahu

2427 Kata

Ustadz Rifki dan lainnya menunggu seorang gadis yang sampai kini masih berada di dalam masjid. Padahal, sholat dzuhur telah selesai, sejak sepuluh menit yang lalu. Tetapi, Riska tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Membuat Fatur dan Galih merasa geram. Mereka sungguh ingin cepat mengisi perut, karena cacing-cacing di perut keduanya terus berdemo meminta asupan. Menurut informasi yang didapat dari Asep, Riska akan mentraktirnya makan kupat tahu. Dan semoga saja, mereka juga ikut ditraktir olehnya. "Van, susul gih, si Riska." suruh Galih padanya. Revan mengangguk, ia beranjak masuk ke dalam masjid. Tetapi, Riska lebih dulu muncul dengan wajah lesunya. Entah, apa yang terjadi, namun hal itu berhasil membuatnya merasa khawatir. "Riska, kenapa lo?" tanya Revan yang dibalas gelengan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN