Fatma menatap takut ke arah gadis yang mulai berdiri. Sungguh, ia tak sengaja. Tepat, saat Riska menatapnya, ia langsung menunduk seraya meremas sajadah di tangannya. "LO!!" teriak Riska menunjuknya. Tiba-tiba, sebuah tangan terulur mengelus punggungnya. Segera ia menoleh dan mendapati seorang wanita paruh baya yang menyuruhnya untuk tenang dan tidak membuat masalah. Riska menurut, karena mengingat tempat ia berpijak. "Tunggu balasan gue!" ujarnya, setelah itu ia mengangkat kaki keluar masjid. Rasa kesal sudah menguasainya, jadi percuma saja ia sholat dalam keadaan seperti ini. Tak mempedulikan akan teguran sang Kakek nantinya. Tanpa ada yang menyadari, seorang gadis menyeringai atas kepergiannya. Riska duduk di teras masjid dengan mukena yang masih melekat di tubuh. Rok mukenanya

