Sakit Hati Kedua Kalinya

1477 Kata

Aku pun tiba di rumah tercinta. Dan aku sama sekali tak menyangka kalau Vilia sudah menunggu di teras rumahku. Aku kaget saat baru turun dari gojek melihat ada Vilia ditemani Mbak Ningsih. Aku segera mempercepat langkah.   “Vilia,” ucapku saat sudah berada di dekat Vilia.     “Tante!” Vilia langsung menghambur memelukku dengan erat. Dia terisak di pelukanku.     “Loh, Vilia kenapa nangis?” tanyaku heran sambil membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.     “Vilia takut kehilangan Tante. Tante jangan pergi lagi.” Vilia semakin terisak. “Vilia nggak mau Tante pergi kayak Mama,” lanjut Vilia masih dengan disertai isakan.     Ya Allah hatiku teramat sakit mendengar ucapan Vilia. Gadis kecil ini seperti trauma kehilangan orang yang disayanginya. Aku terus membelainya dengan lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN