Kembali

1339 Kata

Tak berapa waktu lama, kami pun sampai di rumah Hesti. Dia langsung meminta Cika ganti baju dan lainnya ditemani Mbak Nia. Sementara, Hesti langsung pergi ke kamarnya. Kulihat wajahnya begitu lelah. Tanpa basa-basi lagi, aku pun mengikuti langkah Hesti.     “Hesti,” panggilku.   Hesti menoleh, lalu dia langsung menghambur ke pelukanku. Dia menangis sejadi-jadinya.     “Menangislah Hesti, biar plong. Jangan ditahan.” Aku mengusap pundak Hesti dengan lembut.     “Kenapa dia hadir lagi, Cit? Kenapa? Kenapa harus muncul kembali setelah aku berhasil move on.” Suara Hesti bergetar menahan tangis.     Aku menghela napas dalam. Aku terus menghibur Hesti. Lalu, saat sudah tenang dia pun melepas pelukan. Lalu, tersenyum padaku.     “Maafin aku Cit,” ucap Hesti.     “Untuk?” tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN