Malam harinya sehabis salat Isya, aku menidurkan Serkan kembali. Althan kulihat keluar dari kamarku. Dia bilang mau ke koridor dekat kamar kerja Althan. Aku hanya mengangguk. Nanti sehabis menidurkan Serkan, aku harus bicara pada Althan. Aku benar-benar penasaran kenapa Althan bisa berubah. Ya, walaupun memang sepertinya pria tersayangku itu ditekan oleh Papa mertua. Aku melihat Althan dengan jiwa yang tak tenang. Akhirnya, Serkan pun tidur kembali. Aku menaruhnya di box bayi dan menyelimutinya. Setelah itu aku menyusul Althan. Saat sudah berada tak jauh dari Althan kudengar dia sedang berbicara via telepon dengan seseorang. Aku pun memutuskan untuk berdiri di samping pintu tanpa kelihatan oleh Althan. Aku tak mau Althan tahu kalau aku menguping. “Ma, tolong bujuk Papa, ya? Althan

